Chandra Dwi, CNBC Indonesia
03 January 2026 21:15
Jakarta, CNBC Indonesia - Di negara yang hampir 95% wilayahnya berupa gurun pasir, yakni Arab Saudi, terdapat fenomena yang unik, di mana beberapa wilayah gurunnya berubah menjadi lahan subur berwarna hijau.
Wilayah gurun di Arab Saudi ternyata menyimpan rahasia mengejutkan tentang masa lalunya yang hijau dan subur. Sebuah studi terbaru terhadap stalagmit di gua-gua wilayah tengah Arab Saudi mengungkap bukti kuat bahwa kawasan ini pernah hijau dan subur selama sebagian besar dari delapan juta tahun terakhir.
Fenomena ini dikenal dengan istilah "Green Arabia", yang sebelumnya hanya sebatas hipotesis.
Green Arabia sendiri terbentuk karena curah hujan yang lebih tinggi, vegetasi menyebar di seluruh semenanjung, dan tanah yang dapat mendukung kehidupan yang berkelanjutan. Lanskap yang hilang itu bukan lagi sekadar catatan kaki dalam sejarah iklim, tetapi ini adalah titik acuan di balik upaya Arab Saudi untuk membuat gurun berfungsi secara berbeda kali ini.
Kontras antara masa lalu dan masa kini tersebut membantu menjelaskan mengapa dorongan lingkungan Arab Saudi bukan tentang estetika atau simbolisme. Negara tersebut telah lama belajar bagaimana bertahan dalam kondisi ekstrem dan minyak kemudian mengubah ketahanan itu menjadi kekuatan ekonomi. Tetapi minyak tidak mengubah lahan itu sendiri dan tidak akan selamanya menentukan masa depan.
Bagi negara yang masih didominasi gurun, stabilitas jangka panjang bergantung pada apakah lanskap dapat dibuat lebih tangguh, melalui vegetasi, pengelolaan air, dan restorasi lahan.
Bentang Alam yang Ditentukan oleh Pasir.
Arab Saudi memiliki Rub' al Khali, gurun pasir terluas yang membentang di Bumi. Dengan luas sekitar 650.000 kilometer persegi, lebih dari dua kali luas Inggris, gurun ini membentuk jantung Gurun Arab yang lebih luas, membentang hingga ke negara-negara Teluk. Bukit pasir, dataran kerikil, dan tebing berbatu mendominasisebagian besar bentang alam Arab Saudi.
Kondisi alam ini membuat penghijauan skala besar menjadi sangat sulit. Curah hujan, lahan pertanian, dan tutupan hutan yang ada semuanya jauh di bawah rata-rata global. Namun, konteks inilah yang justru membuat target penghijauanArab Saudi menonjol.
Menanam 10 miliar pohon akan mewakili sekitar satu persen dari tujuan penghijauan global dan sepenuhnya 20 persen dari target yang lebih luas dari inisiatif hijau Timur Tengah yaitu 50 miliar pohon di seluruh wilayah Arab Saudi.
Pada Juli 2025, Kerajaan Arab Saudi telah menanam lebih dari 151 juta pohon dan merehabilitasi sekitar 500.000 hektar lahan, yang menandai kemajuan yang stabil menuju target lebih dari 600 juta pohon pada 2030 dan 10 miliar pohon dalam jangka panjang.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(chd/chd)


















































