Geger, Desa Inggris Umumkan Mau Merdeka

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah desa kecil di Inggris kini mengumumkan mau merdeka dari kerajaan itu. Aksi tersebut dilakukan melalui referendum simbolis sebagai bentuk protes terhadap rencana pemerintah menampung lebih dari 1.000 pencari suaka di dekat desa mereka.

Mengutip BBC International, Kamis (17/9/2026), desa tersebut adalah Piddington, Oxfordshire, dekat Bicester, yang dihuni sekitar 350 orang. Dalam referendum yang digelar pada Selasa sebanyak 312 suara diberikan dengan hasilnya 285 warga memilih agar Piddington "keluar" dari Inggris.

Referendum tersebut digelar oleh dewan paroki Piddington untuk memprotes rencana pemerintah Inggris menggunakan bekas pangkalan militer di MoD Bicester sebagai tempat penampungan hingga 1.256 pencari suaka laki-laki. Meski demikian, hasil referendum tersebut tidak memiliki kekuatan hukum untuk membuat Piddington benar-benar menjadi negara merdeka.

"Kami memasuki balai desa sebagai pihak yang 'tidak diunggulkan'. Kami punya sebuah ide berani. Kami telah menyampaikan pesan kepada dunia," kata Ketua Dewan Paroki Tim McNally menyebut aksi tersebut sebagai bentuk demokrasi dan mengatakan warga ingin menyampaikan pesan kepada pemerintah maupun dunia.

"Kami adalah Piddington, desa yang mengaum," tambah Wakil Ketua Dewan Paroki Piddington Susannah Parden usai hasil diumumkan.

Sebenarnya, ada 26 warga lain yang menolak kemerdekaan dengan satu surat suara dinyatakan tidak sah. Warga pro kemerdekaan memasang papan bertuliskan "Principality of Piddington" atau "Kepangeranan Piddington" di sekitar desa.

Respons Pemerintah

Pemerintah Inggris sendiri mengatakan tidak akan membatalkan rencana penampungan pencari suaka di MoD Bicester. Menteri Kebudayaan Inggris Lisa Nandy mengatakan membatalkan rencana tersebut bukanlah keputusan yang adil apalagi sejumlah daerah lain sudah lebih dulu menanggung beban lebih besar dalam menyediakan akomodasi bagi pencari suaka.

"Saya benar-benar memahami bahwa ketika perubahan dilakukan dan berdampak pada komunitas Anda, hal itu bisa sangat menyusahkan," kata Nandy seraya menegaskan pemerintah tetap berkomitmen mengurangi penggunaan hotel sebagai tempat tinggal bagi pengungsi dan pencari suaka.

Perdana Menteri (PM) Andy Burnham yang baru dilantik Juli juga mengatakan pemerintah memahami kuatnya penolakan warga Piddington. Menurutnya, pemerintah harus membagi beban penampungan pencari suaka secara lebih merata di seluruh wilayah Inggris.

Apa yang Dikhawatirkan Warga?

Perlu diketahui, penolakan warga Piddington terutama berkaitan dengan rencana menampung hingga 1.256 pencari suaka laki-laki di bekas pangkalan militer tersebut. Lebih dari 130 perempuan di desa itu bahkan telah mengirim surat kepada seluruh anggota parlemen perempuan untuk menyampaikan kekhawatiran mereka.

Mereka mengatakan rencana tersebut dapat membuat warga merasa tidak aman. Ini pun memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Namun, organisasi yang membantu pencari suaka juga memiliki kekhawatiran sendiri. Hari Reed dari lembaga amal Asylum Welcome mengatakan lokasi tersebut jauh dari berbagai layanan dan dukungan yang biasanya dibutuhkan pencari suaka dan hal ini justru dapat menambah tekanan terhadap layanan publik di wilayah tersebut.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |