Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas lagi-lagi cetak rekor tertinggi sepanjang masa usai memuncaknya kekhawatiran mengenai perang dagang yang disebabkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Pada penutupan perdagangan Jumat (28/3/2025), harga emas dunia di pasar spot melesat 0,91% di level US$3.084,03 per troy ons. Harga penutupan tersebut menjadikan memecahkan rekor tertinggi harga emas sepanjang masa.
Harga emas melonjak ke rekor tertinggi pada perdagangan Jumat, karena investor berbondong-bondong kembali ke aset safe haven di tengah kekhawatiran perang dagang global yang dipicu oleh tarif terbaru Presiden AS Donald Trump.
"Permintaan safe haven terus berlanjut karena meningkatnya kekhawatiran tentang tarif, perdagangan, dan ketidakpastian geopolitik yang sedang berlangsung," yang mendukung emas, ujar Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.
Emas, yang secara tradisional dipandang sebagai nilai lindung terhadap ketidakstabilan ekonomi dan politik, cenderung tumbuh subur dalam lingkungan suku bunga rendah.
Kemudian, Indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS meningkat 0,4% pada periode Februari, dibandingkan dengan ekspektasi analis sebesar 0,3%, serupa dengan kenaikan pada bulan Januari.
Data tersebut kemungkinan tidak akan banyak mengubah ekspektasi penurunan suku bunga, karena hanya sedikit lebih panas dari yang diharapkan, tambah Grant.
The Federal Reserve telah mempertahankan suku bunga tetap stabil sepanjang tahun ini setelah tiga kali penurunan suku bunga pada tahun 2024, tetapi mengisyaratkan potensi penurunan suku bunga setengah persen di akhir tahun.
Saat ini, pasar memperkirakan penurunan suku bunga The Fed sebesar 63 bps pada akhir tahun, dimulai pada bulan Juli, menurut alat Fedwatch.
Pasar kini bersiap menghadapi rencana Trump untuk menerapkan tarif timbal balik, yang akan ditetapkannya pada tanggal 2 April mendatang.
Menurut para analis, kebijakan Trump dianggap bersifat inflasioner, yang menimbulkan risiko terhadap pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan ketegangan perdagangan.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(saw/saw)