Jakarta, CNBC Indonesia — Pemandangan sekelompok burung di punggung badak biasa ditemui di Afrika. Ternyata kedua hewan itu punya hubungan yang cukup kompleks.
Sebelumnya diyakini burung oxpecker bertugas untuk memakan kutu ataupun hama kecil lainnya. Namun spesies itu ditemukan kebiasaan mematuk luka memperlambat penyembuhan dan bisa membahayakan badak.
"Hasil ini menunjukkan hubungan burung oxpecker dan mamalia lebih kompleks dari yang diperkirakan sebelumnya," kata sebuah makalah penelitian dikutip dari IFL Science, Jumat (2/1/2026).
Burung oxpecker juga ternyata meminum darah mamalia yang ditumpanginya. Para burung juga menggigit kulit 'kawannya' untuk membuat luka baru dan menelan darahnya.
Bukan hanya burung oxpecker yang diuntungkan dari hubungan ini. Temuan para ilmuwan dari Victoria University mengungkapkan badak juga memiliki keuntungan sendiri dari para burung yang hinggap di badannya.
Mereka melakukan penelitian pada badan hitam (Diceros bicornis) di Taman Hluhluwe-iMfolozi di Afrika Selatan. Menurut hasil temuan, burung oxpecker berparuh merah membuat badak memiliki peluang lebih tinggi untuk menghindari ancaman dari manusia dan hewan lain.
Meski memiliki penciuman dan pendengaran yang bagus, badak hitam punya penglihatan yang buruk. Oxpecker disebut sebagai alarm saat ancaman mendekat.
Burung-burung yang berada di punggungnya akan mengeluarkan suara peringatan kepada badak. Para peneliti menemukan pendeteksian ancaman itu dapat dilakukan pada jarak yang lebih jauh dibandingkan saat badak hitam menghadapinya sendirian.
"Dari percobaan kami, ditemukan badak tanpa burung oxpecker hanya mendeteksi manusia yang mendekat sebanyak 23%. Karena peringatan burung, badak dengan burung oxpecker mendeteksi manusia mendekat 100% dalam percobaan kami pada jarak 61 meter," kata penulis utama Roan Plotz.
Meski tubuhnya harus dipenuhi luka dipatuk hingga darahnya diminum oxpecker, nampaknya ini jadi harga yang pantas dibayar badak untuk keselamatannya.
"Penelitian saya menunjukkan badak hitam, yang saya amati sangat toleran pada burung-burung yang memakan luka mereka, menerimanya karena mendapatkan manfaat sebagai penjaga yang dibutuhkan dengan adanya burung-burung di sekitar mereka, saat manusia hampir memusnahkan mereka," jelasnya.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]


















































