Ekspor RI Ambles Januari-November 2025, Batu Bara Jadi Pemicu!

1 day ago 8

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kinerja ekspor Indonesia turun pada November 2025. Nilainya hanya menjadi sebesar US$ 22,52 miliar, atau turun 6,6% dibanding posisi November 2024 yang sebesar US$ 24,11 miliar.

Penurunan terdalam kinerja ekspor disebabkan komponen ekspor migas yang merosot hingga sebesar 32,88% dari 1,31 miliar menjadi US$ 880 juta. Sedangkan ekspor non migas merosotnya 5,09% dari US$ 22,80 mliar menjadi US$ 21,64 miliar.

"Total nilai ekspor mengalami penurunan secara tahunan, utamanya didorong oleh penurunan nilai ekspor non migas," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa di Badan Pusat Statistik BPS Pudji Ismartini saat konferensi pers, Senin (5/1/2026).

Pudji mengatakan, turun dalamnya kinerja ekspor itu lebih disebabkan merosotnya komponen terbesar ekspor Indonesia, yakni pada komoditas yang tercakup ke dalam ekspor non migas. Utamanya ialah untuk nilai ekspor pertambangan dan lainnya yang turun 22,28%, diikuti pertanian, kehutanan, dan perikanan minus 6,-9%, dan industri pengolahan turun 1,46%.

"Nilai ekspor pertambangan dan lainnya turun 22,28% pada November 2025 secara tahunan dengan andil penurunan sebesar 3,55%," tutur Pudji.

Dari komoditas non migas unggulan yang ekspornya turun ialah batu bara merosot hingga sebesar 3,97% secara volume dari sebelumnya sebesar 369,31 juta ton, menjadi hanya 354,44 juta ton. Sedangkan besi dan baja naik 11,29% dan minyak mentah kelapa sawit atau CPO dan turunnya naik 4,32%.

"Penurunan tahunan ini disebabkan nilai ekspor batu bara, bijih tembaga, lignit, neobium, bijih titanium," ujar Pudji.

(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |