Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak yang belum tahu kalau ada beberapa negara di dunia yang menawarkan cara cepat untuk mendapatkan kewarganegaraan, tanpa harus tinggal lama, menikah, membeli real estat, atau memegang investasi. Caranya, hanya dengan berdonasi.
Ini disebut dengan Citizenship by Investment (CBI) atau kewarganegaraan yang diperoleh dengan jalur berdonasi. Seseorang bisa mendapat kewarganegaraan apabila menyumbangkan sejumlah dana ke pemerintah atau pembangunan nasional di negara tersebut.
Cara ini lebih murah biayanya dibandingkan harus beli properti atau real estat. Selain itu, seseorang bisa menjadi warga negara dengan praktis karena proses administrasinya sederhana.
Terlebih lagi, bagi orang yang berasal dari negara dengan paspor lemah atau susah dapat visa, bisa memanfaatkan CBI agar dapat "paspor kedua".
Namun, orang tersebut tidak akan mendapat pengembalian dana atau keuntungan finansial terhadap dana yang sudah ia sumbangkan. Selain itu, program ini juga memiliki pemeriksaan ketat seperti pengecekan latar belakang, sehingga ada kemungkinan pengajuan ditolak.
Lalu, kira-kira kenapa negara memberlakukan CBI?
Bagi negara-negara kecil, uang donasi ini bisa jadi sumber pendapatan penting yang sangat berguna. Termasuk untuk membangun infrastruktur negara, mendanai layanan dan proyek publik, sampai membantu penduduk setempat apabila dibutuhkan.
Karibia merupakan negara yang menjadi pusat program kewarganegaraan melalui donasi. Setidaknya ada lima negara di kawasan Karibia yang menerapkan program tersebut.
Selain menyumbang sejumlah dana, calon pelamar juga perlu mempertimbangkan biaya administrasi dari pemerintah, uji tuntas (pengecekan mendalam) sampai aplikasi diterima, hingga biaya penerbitan paspor.
Berikut ini daftar negara yang menawarkan kewarganegaraan dengan cara donasi atau Citizenship by Investment (CBI), seperti dilansir Travel + Leisure.
Antigua & Barbuda
Menurut Henley & Partners, calon pelamar (untuk keluarga hingga empat orang) yang ingin mendapat kewarganegaraan Antigua & Barbuda dapat menyumbangkan USD230 ribu atau sekitar Rp3,8 miliar ke Dana Pembangunan Nasional.
Pilihan lainnya, bisa dengan berdonasi sebesar USD260 ribu atau sekitar Rp4,3 miliar ke University of the West Indies Fund.
Dominika
Melalui Dana Diversifikasi Ekonomi (EDF), pelamar dapat menyumbangkan USD200 ribu atau sekitar Rp3,3 miliar untuk satu orang pelamar. Jika ingin mengajukan untuk keluarga (hingga empat orang), bisa menyumbang USD250 ribu atau sekitar Rp4,1 miliar.
Dana tersebut digunakan untuk mendukung proyek publik dan swasta di seluruh Dominika, termasuk pendidikan, perawatan kesehatan, olahraga, dan pariwisata.
Grenada
Menurut Henley & Partners, Grenada's National Transformation Fund (Dana Transformasi Nasional Grenada) membutuhkan sumbangan sebesar USD235 ribu atau sekitar Rp3,9 miliar. Ini berlaku untuk pemohon tunggal atau keluarga hingga empat orang.
St. Kitts & Nevis
Negara ini sudah lama dianggap sebagai pelopor kewarganegaraan dengan donasi. St. Kitts & Nevis menerima donasi melalui Sustainable Island State Contribution (Kontribusi Negara Pulau Berkelanjutan/SISC). Jumlah donasinya mulai dari USD250 ribu atau sekitar Rp4,1 miliar untuk pemohon utama hingga tiga tanggungan.
St. Lucia
Selanjutnya, menurut Henley & Partners, di St. Lucia pelamar dapat menyumbangkan USD240 ribu atau sekitar Rp4 miliar ke Dana Ekonomi Nasional.
Di Luar Karibia
Selain negara di kawasan Karibia, ada juga negara-negara kecil yang ikut menerapkan kewarganegaraan dengan cara berdonasi. Termasuk Vanuatu, Nauru, dan Sao Tome dan Príncipe yang telah meluncurkan program kewarganegaraan berbasis donasi yang serupa.
Pelamar bisa mendapatkan kewarganegaraan dengan kontribusi mulai dari sekitar USD90 ribu atau sekitar Rp1 miliar, jumlahnya bervariasi berdasarkan tujuan.
Tips Bagi Pelamar yang Ingin Mengajukan Kewarganegaraan Melalui Donasi
Jika tertarik untuk mendaftar jadi warga negara dengan cara bernonasi agar mendapat kewarganegaraan, ada hal-hal yang harus diperhatikan. Jangan sembarangan karena ini bukan donasi atau transaksi biasa, tetapi menyangkut proses hukum yang serius. Berikut ini hal yang perlu kamu ketahui.
1. Pilih Agen Resmi dan Berlisensi
Jangan asal pilih agen, apalagi tergiur dengan iming-iming diskon atau harga murah. Semua aplikasi yang diajukan harus diserahkan melalui agen resmi yang disetujui pemerintah. Pastikan juga dokumen pengajuan ditangani oleh seorang profesional yang berlisensi.
2. Tidak Ada Jaminan Persetujuan
Perlu diingat bahwa donasi ini bukan hanya tentang besarnya donais yang diberikan, tetapi juga ada pengecekan latar belakang yang mendalam (uji tuntas). Ada kemungkinan permohonan tersebut ditolak oleh pemerintah.
3. Prosesnya Butuh Waktu
Pengajuan kewarganegaraan ini merupakan proses yang serius, sehingga membutuhkan waktu dan kesabaran. Prosesnya bisa berlangsung selama empat sampai enam bulan. Meskipun demikian, ada pula negara yang prosesnya cepat, seperti Sao Tome dan Príncipe yang memakan waktu enam minggu.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]


















































