Dody Hanggodo Ungkap 5 Prioritas Infrastruktur Pemerintah Hingga 2029

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan lima fokus utama pembangunan infrastruktur sebagai arah kebijakan hingga 2029. Lima prioritas tersebut untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, hingga pengentasan kemiskinan ekstrem.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan infrastruktur tidak lagi hanya berorientasi pada penyelesaian proyek fisik, tetapi harus mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar. Karena itu, setiap program kini dirancang saling terhubung agar memberikan dampak yang maksimal.

"Kalau kita baca dan lihat dari target pemerintah dari Pak Presiden hingga 2029, sebetulnya ada lima program infrastruktur yang akan menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Pertama ketahanan sumber daya air melalui bendungan, irigasi, dan penyediaan air baku untuk mendukung swasembada pangan. Kedua infrastruktur konektivitas melalui pembangunan jalan, jembatan, termasuk jalan tol agar mobilitas masyarakat dan logistik semakin lancar," ujar Dody dalam Economic Update CNBC Indonesia, Jumat (3/7/2026).

Selain dua sektor tersebut, pemerintah juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar permukiman, seperti penyediaan air minum, sanitasi, hingga pengelolaan sampah. Sektor tersebut menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung pembangunan kota yang lebih sehat.

"Kemudian yang ketiga adalah infrastruktur dasar untuk permukiman seperti air minum, sanitasi dan pengelolaan sampah. Yang keempat prasarana strategis, mulai dari Sekolah Rakyat, fasilitas pendidikan, kesehatan hingga sarana keagamaan yang fokusnya membangun sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Yang Kelima adalah inovasi pembiayaan karena tidak mungkin seluruh pembangunan ditopang 100% oleh APBN sehingga kami mengundang investasi melalui skema KPBU," katanya.

Kementerian PU kemudian merancang "Infracraft", yakni pembangunan infrastruktur yang efektif, efisien, sekaligus memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Konsep itu kemudian disederhanakan menjadi program PU 608 yang menjadi pedoman kerja kementerian. Melalui konsep tersebut, Kementerian PU menargetkan efisiensi investasi infrastruktur meningkat dengan menurunkan Incremental Capital Output Ratio (ICOR).

"Kita menerjemahkan statecraft menjadi infracraft, bagaimana membangun infrastruktur secara efektif, efisien dan berdampak bagi masyarakat. Itu kemudian kita sederhanakan menjadi PU 608. Angka enam adalah target ICOR infrastruktur turun di bawah enam, kemudian kemiskinan ekstrem bisa ditekan menjadi nol persen dan dari sisi infrastruktur kita ingin ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional mencapai minimal delapan persen pada 2029," jelasnya.

Seluruh proyek yang dikerjakan kini wajib saling terkoneksi agar manfaatnya tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Ia mencontohkan pembangunan sistem penyediaan air minum tidak akan optimal tanpa dukungan jalan, bendungan, maupun jaringan irigasi yang memadai.

"Saya pikir pembangunan infrastruktur memang wajib saling terkoneksi. Kalau saya membangun sesuatu dengan nilai satu rupiah, output-nya kalau bisa bukan satu rupiah, tapi sepuluh rupiah melalui pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, dan manfaat lainnya. Karena itu mulai 2025 semua program pembangunan infrastruktur kami koneksikan satu sama lain agar manfaatnya benar-benar maksimal bagi masyarakat," pungkas Dody.

(hoi/hoi)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |