Disambangi Tito, Warga Desa Sekumur Curhat soal Air Bersih-Hunian

3 hours ago 3

Jakarta -

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian menemui warga terdampak bencana di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (4/4). Kunjungan ini dilakukannya untuk melihat langsung kondisi lapangan serta berdialog dengan masyarakat.

Dalam pertemuan yang beralas tikar, sekitar 200 warga menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi sejak bencana melanda pada akhir November tahun lalu. Mulai dari sulitnya akses air bersih hingga ketiadaan tempat tinggal yang layak.

Salah satu warga, Mijah menyampaikan langsung kepada Tito keluh kesah menjalani hidup getir pascabencana tanpa air bersih dan tempat tinggal layak di wilayahnya. Hal ini karena diterjang bencana banjir pada akhir November tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pak ini pak.. tolong kalau bisa secepatnya dibuatkan sumur bor. Air bersih sudah sulit sekali di sini. Rumah kami juga semua sudah banyak yang hilang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (5/4/2026).

Salah satu penyintas lainnya, Deri, juga berharap pemerintah segera menyediakan fasilitas sanitasi serta memulihkan kondisi ekonomi warga yang terdampak.

"Harapan kami agar akses jalan kami yang sulit juga diperbaiki. Segala program pemulihan kampung kami mohon segera dipercepat. Itu harapan kami," ungkap Deri.

Sebelumnya, Mijah dan Deri mengaku tidak terlalu berharap taraf kehidupannya dipulihkan pemerintah karena lokasi desa yang jauh dan sulit dijangkau. Namun, kedatangan Tito mengubah keraguan tersebut menjadi harapan.

"Kami-kami orang enggak nyangka bakal datang, karena untuk sampai ke sini pertama aksesnya sulit dan jauh. Tapi ternyata Bapak Mendagri beneran sampai ke sini (Desa Sekumur). Ya alhamdulilah kondisi kami bisa dilihat dari dekat," sambungnya.

Lebih lanjut, Mijah mengaku lega bisa menyampaikan langsung aspirasi tersebut kepada Menteri Dalam Negeri.

"Saya langsung sampaikan saja ke Bapak Mendagri (Menteri Dalam Negeri) apa yang kami rasakan dan butuhkan soal air bersih dan huntap. Saya merasa plong, sudah menyampaikannya, biarpun belum tahu kapan (dieksekusi) , tapi paling enggak sudah menyampaikan," kata Mijah.

Sementara itu, Tito mengatakan pihaknya sengaja datang langsung ke Desa Sekumur untuk memastikan para penyintas tidak terlalu lama hidup dalam kondisi sulit pasca bencana. Dalam kunjungannya pada Sabtu (4/4), ia menyerap aspirasi warga terkait kebutuhan sumur bor dan pembangunan huntap komunal.

Ia menyebut mayoritas warga menginginkan hunian tetap komunal karena sebagian besar tinggal di kawasan rawan banjir akibat luapan sungai.

(akd/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |