Desakan RI ke PBB untuk Bersikap Buntut Prajurit TNI Jadi Korban di Lebanon

4 hours ago 3
Jakarta -

Prajurit TNI yang tergabung dalam misi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) kembali terluka usai terkena ledakan. Pemerintah Indonesia mengutuk keras peristiwa itu dan mendesak PBB untuk mengambil tindakan.

Setidaknya ada tiga anggota TNI yang terluka akibat terkena ledakan di Lebanon selatan pada Jumat (2/4). Jumlah itu menambah daftar prajurit TNI yang menjadi korban ledakan di Lebanon usai sebelumnya ada tiga prajurit yang gugur akibat terkena ledakan serangan Israel pada 28 dan 29 Maret.

Usai proses pelepasan jenazah tiga prajurit TNI yang gugur di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Sabtu (4/4/2026), Menteri Luar Negeri Sugiono mengutuk keras insiden yang membuat prajurit Indonesia terluka. Pemerintah Indonesia, kata Sugiono, mendesak PBB untuk mengambil tindakan penyelidikan secara menyeluruh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertama, kita mengutuk keras serangan yang dilakukan terhadap penjaga perdamaian, dalam hal ini UNIFIL, kemudian kita juga menuntut dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian," kata Sugiono

Sugiono menegaskan pasukan TNI yang tergabung dalam misi perdamaian tidak dilengkapi dengan peralatan seperti prajurit yang turun berperang. Dia menyesalkan insiden yang melukai anggota TNI terjadi di wilayah perdamaian.

"Harus ada guarantee keamanan bagi prajurit-prajurit penjaga perdamaian karena mereka menjaga perdamaian. They are peacekeeping, not peacemaking, mereka tidak dilengkapi untuk membuat peacemaking, perlengkapan dan latihannya adalah untuk menjaga perdamaian, dan ini merupakan mandat dari PBB," ucapnya.

Desak PBB Evaluasi Keselamatan Pasukan UNIFIL

Sugiono juga meminta PBB melakukan evaluasi untuk keselamatan prajurit UNIFIL. Dia berharap seluruh prajurit TNI yang menjalankan misi perdamaian sehat dan selamat.

"Kita juga meminta PBB untuk mengevaluasi lagi keselamatan prajurit penjaga perdamaian PBB, khususnya di UNIFIL ini. Oleh karena itu, kita sekali lagi berupaya agar pasukan penjaga perdamaian kita ini sehat, selamat dalam menjalankan tugas yang diembankan kepada mereka," katanya.

Kementerian Luar Negeri saat ini telah menerima laporan tiga prajurit TNI yang terluka akibat ledakan di Lebanon selatan pada Jumat (2/4). Insiden itu masih dalam penyelidikan oleh pihak UNIFIL.

"Tadi malam juga saya menerima laporan bahwa ada tiga prajurit TNI yang terluka, yang juga penyebabnya--seperti halnya dua insiden sebelumnya terjadi--itu masih diinvestigasi oleh UNIFIL," kata Sugiono.

Sugiono menyampaikan pemerintah Indonesia melalui perwakilan tetap di New York telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk melaksanakan rapat. Permintaan itu telah diajukan setelah insiden pertama terjadi pada 28 Maret silam.

"Dan pada waktu itu Prancis selaku pen holder urusan Lebanon di Dewan Keamanan menyetujui untuk melaksanakan rapat luar biasa," katanya.

Dalam catatan detikcom, sejauh ini ada 11 anggota TNI yang terluka saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Tiga prajurit gugur dan lima lainnya terluka akibat ledakan serangan Israel pada 28 dan 29 Maret. Sementara tiga TNI yang terluka akibat ledakan pada Jumat (2/4) belum diketahui identitasnya.

Prajurit TNI Gugur

- Praka Farizal Rhomadhon
- Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar
- Sertu Muhammad Nur Ichwan

Prajurit TNI Luka-luka

- Praka Rico Pramudia
- Praka Bayu Prakoso
- Praka Arif Kurniawan
- Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana
- Praka Deni Rianto.

(ygs/dhn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |