Dedikasi Bripka Hamzah di Desa Terluar Sulteng, Warga Menolak Kepindahannya

2 hours ago 1

Jakarta -

Bripka Hamzah Ladema sudah 15 tahun, sejak 2011 bertugas menjadi Bhabinkamtibmas di Desa Sonit, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah. Dedikasinya sangat dirasakan hingga warga menolak jika Bripka Hamzah dipindahtugaskan.

Kiprah Bripka Hamzah ini diapresiasi oleh Kapolres Banggai Kepulauan AKBP Ronaldus Karurukan. Dia menyebut sebagai Bhabinkamtibmas, pengabdian Bripka Hamzah untuk masyarakat Desa Sonit sudah sangat luar biasa.

"Jadi sangat dirasakan manfaat keberadaannya oleh masyarakat sehingga di sana masyarakat pun sangat senang dengan beliau, meminta beliau supaya tetap di sana bertugas sebagai Bhabinkamtibmas," kata AKBP Ronal kepada detikcom, Selasa (7/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AKBP Ronal menyebut bahwa kehadiran Bripka Hamzah di Desa Sonit juga memberi manfaat bagi institusi Polri. Dia berharap anggotanya itu terus menginspirasi bagi anggota Polri lainnya.

"Saya barharap beliau ini tetap semangat dalam melaksanakan tugasnya, tetap menjadi inspirasi bagi anggota-anggota Polri dan saya berharap dia selalu diberikan kesehatan kekuatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga apapun langkah pekerjaan yang dia lakukan selalu bernilai positif bagi masyarakat," ucapnya.

Sepak terjang Bripka Hamzah belasan tahun di Desa Sonit juga diapresiasi oleh warga setempat. Di antaranya warga bernama Suardikaka, yang sudah menganggap Bripka Hamzah sebagai bagian dari keluarganya.

"Dia ini seperti kita bukan lagi anggap seorang petugas, anggap saudara kandung, semua masyarakat di sini, karena pendekatannya dengan masyarakat," ujar Suardi.

Hal senada juga diungkap warga bernama Aminuddin. Dia mengatakan kehadiran Bripka Hamzah sangat berdampak pada kesejahteraan masyarakat Desa Sonit.

"Kalau kita berbicara perputaran ekonomi yang diperbuat beliau banyak memberikan contoh kepada masyarakat, karena itu berkaitan tanam agar (rumput laut), itu kan sebenarnya ada penyuluh-penyuluh dari dinas tersendiri, bukan harus polisi, dan kenapa beliau sebagai polisi masih meluangkan waktu memberikan arahan yang terbaik buat penanaman rumput laut, begitu pun pemasaran," ucap Amin.

"Bukan hanya (budidaya) rumput laut, beliau juga berikan pemahaman pertanian mengajak (warga) mari tanam kelapa persiapan masa depan kita dan itu ditanggap masyarakat memang bagus," tambahnya.

Sementara itu, Bripka Hamzah bercerita suka dukanya belasan tahun bertugas menjadi Bhabinkamtibmas di desa terluar Sulteng. Dia menyebut akses perjalanan ke Desa Sonit sangat jauh dari pusat Kabupaten Banggai Laut, dan hanya bisa ditemput lewat jalur laut.

"Kalau Desa Sonit memang lumayan cukup jauh dari kabupaten (Banggai Laut), untuk menempuh jarak dari kabupaten ke Desa Sonit itu kurang lebih perjalanan sekitar 5-7 jam, tergantung cuaca, kalau cuaca bagus itu kurang lebih 5-6 jam," kata Bripka Hamzah.

Dahulu, dia pun tidak bisa menolak perintah tugas di Desa Sonit dari atasannya. Bripka Hamzah menikmati setiap perintah tugas di Desa Sonit hingga akhirnya dia mendapat jodoh dari desa tersebut.

"Masyarakat ini alhamdulillah cukup baik, menganggap saya bukan lagi sekadar polisi tapi seperti saudara mereka. Bentuk cintanya saya kepada masyarakat sampai Tuhan memberikan saya jodoh di Desa Sonit sini. Jadi di situ lah membuat saya betah di Desa Sonit," ucapnya.

Tekadnya untuk mengabdi dan memberikan pelayanan maksimal kepada warga Desa Sonit bermula ketika dirinya melakukan kunjungan ke salah satu lansia yang tengah sakit. Dia memberikan bantuan sembako dan uang yang tidak seberapa, tapi sangat disyukuri oleh lansia tersebut.

"Beliau saat itu dalam keadaan sakit, setelah saya memberikan sembako beliau peluk saya dan meneteskan air mata, dan berkata bahwa belanga saya dan panci saya terisi lagi dan uang yang bapak berikan mudah-mudahan memberi manfaat saya membeli obat," ujar Bripka Hamzah.

"Ternyata 2 minggu kemudian beliau meninggal dunia, di situ saya (bertekad) saya harus apapun yang terjadi insyaallah ada rezeki lebih, tetap saya membantu masyarakat yang membutuhkan," sambungnya.

Perihal pembinaan warga untuk budidaya rumput laut, Bripka Hamzah menilai cara itu menjadi salah satu potensi untuk meningkatkan perekonomian warga Desa Sonit. Dia pun terus bertekad untuk semaksimal mungkin membantu masyarakat setempat.

"Saya sampaikan ini boleh, harus kita lanjut terus, walaupun ada hambatan atau apa sampaikan sama saya, insyaallah saya bisa bantu, dari segi bibit atau tali atau pelampung, pokoknya yang penting berkaitan dengan budidaya rumput laut," imbuhnya.

(fas/knv)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |