2 Fakta Baru Sosok Terduga Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok di Tabanan Bali

1 hour ago 1

Tabanan -

Polisi mengungkap sejumlah fakta terbaru terkait terduga pencuri ayam tewas dikeroyok di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali. Polisi memastikan korban memang kedapatan membawa dua ekor ayam hasil curian saat diamankan warga.

Dilansir detikBali, berdasarkan catatan kepolisian, KD merupakan residivis kasus pencurian cengkih pada 2018 yang ditangani Polres Tabanan. Selain itu, motor yang digunakan KD atau yang dibakar oleh massa merupakan hasil curian di Kabupaten Bangli pada 2019.

"Memang benar yang bersangkutan merupakan residivis dan pernah melakukan tindak pidana serupa. Namun, penegakan hukum yang kami lakukan tetap harus terukur," ujar Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, dalam konferensi pers di Mapolres Tabanan pada Minggu (26/7/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait dugaan pencurian, polisi memastikan korban membawa dua ekor ayam. Namun, jenis ayam maupun nilai ekonominya masih dalam pendalaman.

"Yang bersangkutan ditemukan membawa dua ekor ayam curiannya. Mengenai jenis ayam dan nilainya masih kami dalami agar tidak terjadi kekeliruan dalam penyampaian informasi," jelasnya.

Selain itu, polisi juga membenarkan bahwa korban membawa senjata tajam berupa pisau, serta katapel, dan batu-batu kecil saat beraksi.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan lima orang sebagai tersangka berinisial MJ, WS, KB, ML, dan ND. Meski beredar informasi keterlibatan lebih banyak pelaku, penyidik masih fokus mendalami peran kelima tersangka tersebut sebelum menentukan kemungkinan adanya penambahan tersangka.

"Kami belum bisa menyampaikan peran masing-masing karena masih dilakukan pendalaman. Lima orang inilah yang berdasarkan alat bukti sementara telah kami tetapkan sebagai tersangka," tegasnya.

Polisi juga menepis anggapan bahwa penanganan kasus berlangsung lambat. Menurutnya, tim penyidik bekerja tanpa henti selama dua hari untuk mengumpulkan alat bukti dan mengungkap secara terang peristiwa tersebut.

"Kami dua hari tidak tidur untuk mempercepat pengungkapan kasus ini. Hari ini kami langsung menggelar konferensi pers setelah dari lokasi penyelidikan (Polsek Baturiti)," ungkapnya.

Baca selengkapnya di sini

(idh/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |