Deal! Kanada "Main Belakang" dari AS, Bidik Langsung Pasar Minyak Asia

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Kanada Mark Carney berhasil mengamankan kesepakatan investasi dengan pemerintah Provinsi British Columbia untuk membangun pipa minyak besar yang akan menghubungkan Alberta dengan pantai barat Kanada. Proyek tersebut diharapkan membuka akses ekspor minyak Kanada ke pasar Asia sekaligus mengurangi ketergantungan ekonomi negara itu terhadap Amerika Serikat (AS), di tengah perang dagang yang dipicu Presiden AS Donald Trump.

Kesepakatan itu menjadi terobosan penting setelah British Columbia sebelumnya menolak rencana pembangunan pipa minyak baru yang melintasi wilayahnya. Jalur pipa tersebut diproyeksikan mampu mengangkut hingga 1 juta barel minyak per hari dari Alberta, provinsi penghasil minyak terbesar di Kanada, menuju pesisir Pasifik untuk kemudian dikirim ke pasar Asia.

"Sudah waktunya beralih ke tindakan," kata Carney dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Alberta Danielle Smith, Kamis (2/7/2026) waktu setempat.

"Rute terbaik untuk pipa baru adalah melalui jalur yang sudah ada, ke selatan melalui koridor Trans Mountain, menuju Pantai Pasifik kami, gerbang menuju pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia," ujarnya.

Pemerintah Kanada menargetkan ekspor ke negara-negara di luar AS meningkat dua kali lipat dalam satu dekade mendatang. Menurut Carney, keberadaan pipa baru akan membantu mengurangi potongan harga yang selama ini harus diterima minyak Kanada ketika dijual ke pasar AS.

Pipa tersebut direncanakan membentang dari Bruderheim, di timur laut Edmonton, Alberta, menuju pesisir selatan British Columbia. Minyak kemudian akan dimuat ke kapal tanker dan dikirim ke berbagai negara di Asia.

Danielle Smith mengatakan pemerintah Alberta akan bekerja sama dengan perusahaan milik pemerintah federal, Trans Mountain Corporation, serta Pembina Pipeline yang berbasis di Calgary dalam pembangunan proyek yang disebut West Coast Oil Pipeline.

"Dunia meminta Kanada untuk tampil dan menyediakan pasokan energi yang stabil, demokratis, dan dapat diandalkan yang dibutuhkan oleh berbagai negara di seluruh dunia," kata Smith.

Smith menargetkan produksi minyak Alberta meningkat dua kali lipat menjadi sekitar 8 juta barel per hari dalam 10 hingga 15 tahun mendatang.

Selama ini Smith kerap mengkritik pendahulu Carney, Justin Trudeau, yang dinilainya menghambat perkembangan industri energi Alberta sekaligus memicu meningkatnya sentimen separatis di provinsi tersebut.

Bahkan, Alberta dijadwalkan menggelar pemungutan suara pada musim gugur tahun ini untuk menentukan apakah akan mengadakan referendum mengenai kemungkinan keluar dari Kanada.

Meski mendukung proyek pipa baru, British Columbia tetap mempertahankan larangan kapal tanker minyak di wilayah pantai utara provinsi tersebut. British Columbia bersama sejumlah komunitas First Nations sejak lama menentang pembangunan jalur pipa melalui bagian utara provinsi tersebut.

"Larangan kapal tanker akan tetap berlaku. Kami akan melindungi pantai utara British Columbia," ujar Carney.

Selain itu, Carney mengatakan pemerintah federal akan memberikan kompensasi kepada British Columbia atas berbagai risiko lingkungan apabila pembangunan pipa dilakukan di bagian selatan provinsi tersebut.

Perdana Menteri British Columbia David Eby menyatakan dirinya berhasil memperoleh komitmen dari pemerintah federal untuk mempertahankan larangan kapal tanker di pantai utara.

"Hal ini memastikan larangan kapal tanker di wilayah utara tetap berlaku," kata Eby.

Secara keseluruhan, rencana terbaru ini pada dasarnya mengikuti jalur yang telah dilalui pipa Trans Mountain. Pemerintahan Justin Trudeau sebelumnya memang menyetujui pembangunan jalur Trans Mountain menuju pesisir selatan British Columbia, tetapi menolak proyek Northern Gateway akibat penolakan dari kelompok lingkungan hidup dan masyarakat adat.

Trudeau juga sejak awal menolak pembangunan pipa yang melintasi kawasan utara British Columbia dan hutan hujan Great Bear Rainforest.

Sejak ekspansi Trans Mountain mulai beroperasi pada 2024, sekitar dua pertiga hingga tiga perempat ekspor minyak mentah Kanada dari Pantai Pasifik telah dikirim ke Asia. Perkembangan tersebut membantu Kanada mulai mengurangi ketergantungannya terhadap pasar AS.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |