Daya Beli Petani Membaik, NTP Desember 2025 Tumbuh 1,05%

1 day ago 9

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, nilai tukar petani atau NTP mengalami peningkatan pada Desember 2025 menjadi sebesar 125,35. Lebih tinggi 1,05% dari catatan bulan sebelumnya 124,05.

NTP merupakan salah satu indikator yang disediakan BPS secara rutin untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade ) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

"Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani atau IT naik 2,08%, lebih tinggi dari peningkatan indeks yang dibayar petani atau IB sebesar 1,02%," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa di Badan Pusat Statistik BPS Pudji Ismartini saat konferensi pers, Senin (5/1/2026).

Pudji menjelaskan, naik cepatnya IT pada Desember 2025 ketimbang IB hingga menyebabkan NTP naik pada akhir tahun karena baiknya harga-harga jual petani untuk komoditas gabah, cabai rawit, kakao atau biji coklat, serta ayam ras pedaging.

Berdasarkan subsektornya, petani yang berkerja di sektor tanaman pangan dan tanaman perkebunan rakyat menjadi dua subesektor yang mengalami tekanan NTP pada Desember 2025, karena nilainya turun masing-asing 0,14% dan 1,25%.

"Komoditas yang dominan mempengaruhi penurunan indeks yang diterima petani di subsektor ini di antaranya ialah tebu, kelapa sawit, kelapa, dan biji jambu mete," tegas Pudji.

Sementara itu, NTP yang naik tertinggi pada Desember 2025 ialah hortikultura 14,48%, diikuti kenaikan NTP untuk peternak sebesar 0,77%, dan perikanan 0,42%.

(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |