Bos Kripto Raksasa Nekat Terjun ke Industri Minyak Venezuela, Ada Apa?

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Miliarder kripto sekaligus co-founder bursa aset digital Coinbase Global, Fred Ehrsam, dilaporkan menghabiskan waktu berbulan-bulan tinggal di sebuah hotel mewah di Caracas, Venezuela, demi membangun jaringan bisnis dan mengejar ambisi menjadi salah satu produsen minyak terbesar di negara tersebut. 

Mengutip laporan The Wall Street Journal (WSJ), Ehrsam yang berusia 38 tahun, sebelumnya dikenal sebagai sosok yang membangun kesuksesan di industri kripto, bukan minyak dan gas. Meski tanpa rekam jejak di sektor energi, ia kini muncul sebagai salah satu pemain kejutan dalam upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghidupkan kembali industri perminyakan Venezuela yang selama ini tertekan.

Perusahaan yang didirikannya bersama beberapa rekan awal tahun ini, Primavera, tercatat telah menandatangani kontrak bagi hasil produksi (production-sharing contract) dengan perusahaan minyak pelat merah Venezuela, Petróleos de Venezuela (PDVSA), pekan lalu.

Berbeda dari raksasa energi seperti ExxonMobil, ConocoPhillips, maupun Continental Resources milik miliarder minyak Harold Hamm yang hingga kini masih belum merealisasikan komitmen investasi senilai US$100 miliar yang diminta Trump, Ehrsam justru bergerak lebih cepat meski tanpa pengalaman di industri migas.

Ehrsam diketahui menjabat sebagai anggota Dewan Penasihat Sains dan Teknologi Presiden Trump, bersama sejumlah tokoh teknologi lain seperti Mark Zuckerberg dan Larry Ellison. Ia juga tercatat menyumbang US$1 juta ke Komite Pelantikan Trump-Vance, berdasarkan catatan pendanaan federal.

Kalangan pengamat Venezuela menilai langkah Primavera cukup mengejutkan dan menyebut perusahaan rintisan itu akan menghadapi tantangan besar. 

Perkembangan ini terjadi sekitar delapan bulan setelah Amerika Serikat menggulingkan kekuasaan Nicolás Maduro pada awal Januari 2026. Chevron, yang telah beroperasi di Venezuela selama beberapa dekade, pekan lalu mengumumkan rencana investasi senilai US$7 miliar untuk lima tahun ke depan.

Primavera sendiri, yang namanya berarti "musim semi" dalam bahasa Spanyol, didirikan sebagai entitas khusus untuk memfasilitasi investasi di Venezuela. Ide pendiriannya muncul dari perbincangan antara Ehrsam dan co-founder lainnya, Manuel Iribarren, warga asli Venezuela lulusan Universitas Stanford.

Selain Iribarren, Primavera juga menggandeng Dheeraj Verma, veteran industri minyak yang pernah menjabat presiden perusahaan ekuitas swasta Quantum Energy Partners dan kini duduk di jajaran direksi operator pipa asal Kanada, TC Energy.

Sejauh ini, Primavera baru mengantongi kontrak bagi hasil untuk blok minyak Budare yang mengandung crude oil lebih ringan, alih-alih blok-blok besar bernilai tinggi di Boca, Guico, dan Guara di kawasan Orinoco Belt yang sebelumnya menjadi incaran utama Ehrsam.

Kekayaan bersih Ehrsam tercatat sekitar US$2,4 miliar tahun ini menurut Forbes, sebagian besar berasal dari kepemilikan saham 2% di Coinbase serta aset kripto lainnya. Ehrsam mendirikan Coinbase pada 2012 setelah meninggalkan posisinya sebagai trader valuta asing di Goldman Sachs, kemudian mendirikan firma investasi kripto Paradigm pada 2018.

Modal segar inilah yang dinilai menjadi daya tarik Ehrsam bagi sektor migas Venezuela yang tengah kekurangan pendanaan. Di sisi lain, mata uang bolivar sempat anjlok akibat hiperinflasi, sementara aset kripto justru semakin populer di negara tersebut meski token Petro besutan pemerintahan Maduro pada 2018 gagal diminati pasar.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |