BNPB Ungkap Sejarah Gempa Kuat di Sulut dan Malut Usai Diguncang M 7,6

2 weeks ago 5

Jakarta -

Gempa bumi magnitudo (M) 7,6 di Perairan Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), dan Maluku Utara (Malut). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan wilayah Sulut dan Malut merupakan daerah rawan bencana.

"Berdasarkan sejarah, memang daerah Sulawesi Utara dan Maluku Utara ini kami punya data sampai tahun 1.600 yang lalu gitu ya. Jadi memang periodenya banyak sekali terjadi bencana," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (2/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suharyanto juga menjelaskan puluhan gempa terjadi sejak 2019 hingga 2025. Beberapa di antaranya, disebutnya, gempa berkekuatan di atas M 6.

"Bahkan di periode 2019 sampai 2025 itu terjadi puluhan gempa bumi di atas skala 6," katanya.

Suharyanto mengatakan hal tersebut membuat BNPB dan BMKG bekerja sama meningkatkan kemampuan sistem peringatan dini gempa. Kerja sama tersebut dilakukan sejak tahun 2021.

"Inilah yang mendasari dari tahun 2021 sampai 2025 yang lalu, BNPB dengan BMKG bekerja sama untuk meningkatkan kemampuan peringatan dini daripada kedua daerah tersebut dan alhamdulillah tadi sebagian, ini sebagian, ini bisa berfungsi dengan baik," katanya.

BNPB kemudian meminta daerah untuk segera melakukan asesmen wilayah. Status tersebut nantinya akan bisa menentukan apakah daerah tersebut perlu status tanggap darurat atau tidak.

"Jadi poin pertamanya silakan nanti pemerintah daerah yang asesmen, yang melihat masing-masing wilayahnya. Kalau diperkirakan oleh Kepala Daerah, Forkopimda di situ, ini tidak bisa diatasi oleh tingkat Kabupaten/Kota misalnya, ya silakan segera menentukan status darurat," kata Suharyanto.

"Kalau ada lebih dari dua kabupaten/kota yang menetapkan status darurat, provinsi juga bisa menetapkan status darurat," sambungnya.

Tonton juga video "BNPB Ungkap Malut-Sulut Kerap Dihantam Gempa Sejak 500 Tahun Lalu"

(idn/idn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |