Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Sugianto, seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Indramayu, Jawa Barat, yang menyelamatkan lansia dari kebakaran hutan di Korea Selatan. Sugianto saat itu langsung mengevakuasi tetangganya yang lansia dari rumah saat kebakaran terjadi.
Dilansir Korea JoongAng Daily, kebakaran hutan yang bermula di Yeongdeok, Gyeongsang Utara, Korea Selatan, sekitar pukul 11 malam pada 25 Maret 2025. Sugianto dan kepala komunitas nelayan desa, Yoo Myung-sin, kemudian mengetuk pintu rumah-rumah tetangga dan memperingatkan mereka yang sedang beristirahat untuk segera mengungsi.
Nelayan Indonesia itu tiba di Korsel sekitar 9 tahun lalu. Desanya berada di tepi laut, terletak di daerah yang landai sehingga menyulitkan para lansia untuk mengungsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memastikan evakuasi cepat, Yoo dan Sugianto menggendong tetangga mereka yang sudah lansia di punggung mereka. Mereka kemudian berlari ke tanggul sekitar 300 meter dari daerah permukiman.
"Yang saya pikirkan hanyalah menyelamatkan para nenek dan penduduk dengan cepat," kata Sugianto.
Dia juga mengatakan kepada penyiar publik KBS bahwa dia membantu sekitar tujuh orang dewasa yang lebih tua untuk mengungsi dari kebakaran Uiseong. Nelayan Indonesia itu mengatakan tidak ingat seberapa jauh berlari melintasi desa bersama Yoo.
Detik-detik Api Membesar
Sugianto mengatakan dia ketakutan saat melihat salah satu toko dilalap api sambil menggendong seorang wanita tua di punggungnya. Wanita itu terbangun setelah mendengar teriakan 'Cepat! Cepat!'.
Seorang penduduk Yeongdeok yang berusia 90-an mengatakan orang-orang mungkin telah meninggal jika bukan karena nelayan Indonesia itu.
"Saya dapat mengungsi dari rumah saya karena dia berada di depan pintu saya setelah saya terbangun karena mendengar teriakan," kata penduduk lanjut usia itu.
Dia mengatakan istrinya telah mengetahui cerita dirinya membantu warga desa. Dia menyebut istrinya bangga dengan tindakannya itu.
Warga desa pun memuji Sugianto dan Yoo atas kepahlawanan mereka. Beberapa mengatakan mereka ingin hidup dan bekerja dengan seorang pemuda yang bertanggung jawab seperti dia. Desa tepi laut itu memiliki sekitar 60 penduduk yang semuanya dievakuasi dengan selamat ke tanggul ketika kebakaran Uiseong mencapai Yeongdeok.
Dapat Penghargaan
Aksinya ini mendapat pujian karena dianggap sebagai pahlawan. Aksi heroiknya ini diganjar banyak penghargaan. Presiden Korsel Lee Jae Myung memberikan penghargaan The Order of Civil Meritatas aksi heroiknya untuk menyelamatkan warga pada awal tahun lalu.
Dia juga mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari Kementerian Perlindungan Pekerja Migran (P2MI) RI. Serta diangkat sebagai Duta Pekerja Migran Indonesia.
Selain itu, Sugianto juga mendapatkan visa jenis F-2 dari Kementerian Kehakiman Korea Selatan. Visa F-2 memungkinkan pemegangnya untuk bisa tinggal di Korea Selatan hingga lima tahun.
Prabowo Salami Sugianto
Kini, Sugianto berkesempatan bertemu dengan Presiden Prabowo di pertemuan di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House). Dalam keterangan Bakom RI, Kamis (2/4/2026), Sugianto secara terhormat diundang Presiden Korea Selaran Lee Jae Myung saat menjamu Prabowo dan delegasi yang berkunjung ke Korsel, Rabu (1/4).
Setara dengan para tamu undangan terhormat, Sugianto mengenakan setelan jas lengkap dan berdiri di samping Presiden Korsel. Diapit Prabowo dan Lee, Sugianto sempat bercakap-cakap dengan Prabowo.
Prabowo lantas menyalaminya, beberapa kali menepuk punggungnya tanda bangga. Sebelum meninggalkan Sugi, Prabowo memberi pesan singkat tapi bermakna.
"Baik-baik kau ya, mereka senang sama kamu," kata Prabowo bangga.
Saksikan Live DetikSore :
Tonton juga video "Kala Prabowo Kutip Pepatah Korsel 'Hamkke Gamyeon Meolli Ganda'"
(rdp/imk)


















































