Jakarta -
Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat dipantau secara online melalui sejumlah layanan berbasis citra satelit. Informasi tersebut dapat membantu masyarakat mengetahui arah pergerakan dan wilayah yang berpotensi terdampak.
Beberapa layanan menyediakan tampilan citra satelit yang diperbarui secara berkala. Ada pula kanal resmi pemerintah yang dapat menjadi rujukan untuk memperoleh informasi terbaru. Berikut cara memantau sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau secara online melalui smartphone.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Pantau Citra Satelit BMKG
Laman Citra Sebaran Abu Vulkanik BMKG menyediakan citra satelit yang secara khusus menampilkan analisis sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Produk tersebut dibuat berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin.
Data pada laman tersebut diperbarui secara berkala sehingga masyarakat dapat melihat perkembangan terbaru sebaran abu vulkanik. Area sebaran juga ditampilkan pada citra untuk memudahkan pemantauan.
Berikut langkah-langkahnya:
- Buka laman Citra Sebaran Abu Vulkanik BMKG
- Pilih atau cari area yang ingin dipantau
- Perhatikan citra terbaru yang tersedia pada halaman tersebut
- Amati area sebaran abu yang ditandai dengan poligon berwarna kuning
- Perhatikan arah dan wilayah yang masuk dalam area sebaran
2. Gunakan NASA Worldview
Cara lain untuk melihat kondisi atmosfer dari citra satelit adalah melalui NASA Worldview. Layanan ini memungkinkan pengguna melihat berbagai data citra satelit secara interaktif dan memilih waktu pengamatan tertentu.
Berikut langkah-langkahnya:
- Buka laman NASA Worldview
- Cari lokasi Gunung Anak Krakatau atau arahkan peta ke kawasan Selat Sunda
- Pilih menu Add Layers untuk menambahkan lapisan citra
- Pilih jenis citra satelit yang tersedia
- Atur tanggal dan waktu melalui bagian timeline
- Bandingkan citra pada waktu berbeda untuk melihat perubahan kondisi di wilayah tersebut
3. Informasi dari Kanal Resmi
Pemantauan sebaran abu vulkanik juga dapat dilakukan dengan mengikuti informasi dari kanal resmi BMKG, Badan Geologi/PVMBG, dan BNPB. Masing-masing lembaga memiliki informasi terkait kondisi cuaca dan atmosfer, aktivitas gunung api, hingga penanganan dampak bencana.
Berikut langkah-langkahnya:
- Buka situs atau akun media sosial resmi dari:
- PVMBG/Badan Geologi
- BMKG
- BNPB/BPBD masing-masing - Cari pembaruan informasi mengenai Gunung Anak Krakatau
- Perhatikan waktu penerbitan informasi agar mendapatkan data terbaru
- Ikuti imbauan yang disampaikan lembaga terkait
Sebaran Abu Anak Krakatau Terbaru
Berdasarkan citra sebaran abu vulkanik BMKG pada Selasa, 8 September 2026 pukul 13.00 WIB, analisis citra RGB Himawari-9 yang merujuk informasi PVMBG dan VAAC Darwin mengidentifikasi adanya sebaran debu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
Sebaran abu teridentifikasi hingga ketinggian sekitar 7.000 kaki atau 2,1 kilometer. Berdasarkan citra tersebut, abu vulkanik bergerak ke arah selatan-barat.
Area sebaran tersebut mencakup sebagian wilayah Banten bagian barat daya dan Samudra Hindia di barat daya Banten. Kondisi sebaran abu dapat berubah mengikuti aktivitas erupsi serta arah dan kecepatan angin.
Karena itu, masyarakat disarankan memantau pembaruan citra satelit dan informasi dari lembaga resmi secara berkala, terutama ketika beraktivitas atau melakukan perjalanan di wilayah yang berpotensi terdampak abu vulkanik.
Saksikan Live DetikSore:
Lihat juga Video 'Bandara Lampung Kembali Buka Usai Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau':
(wia/idn)


















































