Andre Rosiade Resmikan BTS Telkomsel di Kajai Pariaman, Akhiri Blank Spot

7 hours ago 4

Jakarta -

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meresmikan operasional Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel di Desa Kajai, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman. Kehadiran BTS itu mengakhiri persoalan blank spot yang selama bertahun-tahun menghambat aktivitas warga.

Peresmian dilaksanakan pada Minggu (5/4/2026). Turut hadir, yakni Wali Kota Pariaman Yota Balad serta Manajer Network Operations Productivity (NOP) Telkomsel Bukittinggi Surya Firdaus, bersama jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andre menegaskan pembangunan BTS di Desa Kajai merupakan hasil kolaborasi antara DPR RI, Pemerintah Kota Pariaman, dan BUMN melalui Telkomsel. Para pihak terkait berkoordinasi untuk memastikan pemerataan akses digital hingga ke wilayah yang sebelumnya belum terjangkau jaringan.

"Alhamdulillah, setelah menerima aspirasi dari Pak Wali Kota dan tokoh masyarakat, kami langsung berkoordinasi dengan Direksi Telkomsel. Hari ini kita buktikan sinyal sudah hadir dan bisa dimanfaatkan masyarakat. Ini bukti kerja nyata kolaborasi antara DPR RI, pemerintah daerah, dan BUMN," kata Andre.

Menurut Andre, keberadaan BTS tersebut bukan sekadar menghadirkan sinyal telekomunikasi, tetapi membuka akses pendidikan, layanan pemerintahan, serta peluang ekonomi digital bagi masyarakat. Ia mendorong pelajar dan pelaku UMKM memanfaatkan jaringan internet untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas pemasaran produk lokal hingga ke luar daerah bahkan mancanegara.

Andre juga memastikan upaya penghapusan blank spot di Kota Pariaman belum berhenti. Dalam waktu dekat, satu BTS tambahan di Desa Sungai Rambai akan segera direalisasikan agar seluruh wilayah Pariaman terkoneksi jaringan telekomunikasi secara merata.

"Kami ingin Pariaman benar-benar bebas dari blank spot. Setelah Kajai, menyusul Sungai Rambai. Targetnya jelas: masyarakat tidak boleh tertinggal dalam akses informasi dan teknologi," tegas Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM).

Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad menyampaikan apresiasi atas komitmen Andre Rosiade yang dinilai cepat merespons kebutuhan masyarakat. Dia menyebut Desa Kajai selama bertahun-tahun mengalami keterbatasan akses jaringan yang berdampak pada aktivitas pendidikan, layanan publik, hingga komunikasi warga.

"Lebih kurang lima tahun terakhir wilayah ini blank spot. Bahkan sejak lama masyarakat kesulitan mendapatkan sinyal. Alhamdulillah, tidak sampai satu tahun sejak kami menyampaikan aspirasi, BTS ini sudah berdiri dan langsung difungsikan," ujar Yota Balad.

Yota menilai kehadiran BTS Telkomsel menjadi langkah strategis mempercepat transformasi digital di Pariaman serta mendukung peningkatan kualitas layanan pemerintahan berbasis teknologi informasi.

Manajer NOP Telkomsel Bukittinggi Surya Firdaus mengimbau perangkat desa dan masyarakat ikut menjaga fasilitas BTS yang telah dibangun agar tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang. Surya menekankan keberadaan infrastruktur telekomunikasi tersebut merupakan aset penting bersama yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

"Mohon dukungan dari perangkat desa dan masyarakat untuk menjaga menara BTS ini. Di beberapa daerah sering terjadi pencurian baterai BTS. Kalau baterainya hilang, saat listrik padam sinyal langsung ikut hilang. Padahal kalau baterainya aman, BTS masih bisa tetap beroperasi sekitar tiga sampai empat jam meski listrik mati," jelas Surya.

(fca/gbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |