Jakarta, CNBC Indonesia - Siapa yang Anda jadikan teladan dalam hidup? Apakah sifat Anda yang terbentuk dari pengalaman hidup semata, atau sejak lahir sudah tertulis di dalam darah yang diturunkan orang tua? Penelitian terbesar sepanjang sejarah tentang hubungan antara gen dan kepribadian akhirnya memberikan jawabannya.
Sebagian sifat kita ternyata diturunkan sejak lahir. Namun, lingkungan tetap memegang peran yang jauh lebih besar, dikutip dari laporan jurnal Nature, Senin (7/9/2026).
Peneliti dari Universitas Negeri Michigan dan lembaga penelitian di seluruh dunia menganalisis data dari hingga 1,14 juta orang dari keturunan Eropa dan Afrika. Dari penelitian sebesar ini, mereka berhasil menandai 1.260 titik di dalam susunan gen manusia yang terbukti berkaitan langsung dengan kepribadian.
Sebagian besar dari 1.260 tanda genetik ini baru pertama kali ditemukan, jumlahnya berkali-kali lipat lebih banyak dibandingkan penelitian-penelitian sebelumnya.
Lima Sifat Utama yang Diturunkan Lewat Gen
Kepribadian manusia secara ilmiah dikelompokkan menjadi lima sifat utama yang dikenal sebagai "Lima Besar". Kelima sifat ini ternyata semuanya memiliki jejak di dalam susunan gen yang diturunkan dari orang tua:
- Suka Berteman dan Percaya Diri yaitu seberapa mudah seseorang bergaul, bersemangat, dan tampil di depan orang lain
- Suka Menolong dan Percaya Orang Lain yaitu seberapa besar rasa kasih sayang, rasa hormat, dan kepercayaan kepada sesama
- Teratur dan Bertanggung Jawab yaitu seberapa rajin, rapi, dan dapat diandalkan seseorang dalam menyelesaikan tugas
- Cemas dan Mudah Berubah Perasaan yaitu seberapa mudah seseorang merasa gelisah, sedih, atau marah
- Suka Hal Baru dan Berimajinasi yaitu seberapa besar rasa ingin tahu, kreativitas, dan minat terhadap hal-hal baru
Artinya, kelima sifat dasar yang membentuk siapa diri Anda ternyata sudah tertulis sebagian di dalam susunan tubuh yang Anda warisi sejak lahir.
Sifat Dipengaruhi Gen dan Lingkungan
Hal yang paling penting dari penemuan ini adalah berapa besar pengaruh gen tersebut. Dari seluruh perbedaan sifat yang terlihat antarmanusia, gen yang berhasil ditemukan hanya menjelaskan 5 hingga 9 persen saja. Bahka,n jika dihitung secara menyeluruh dengan perkiraan variasi yang belum terdeteksi sekalipun, pengaruh maksimal dari seluruh gen hanyalah sekitar 13 hingga 16 persen.
Sisanya, yaitu sekitar 84 persen terbentuk dari pengalaman hidup, cara dibesarkan, lingkungan tempat tinggal, pendidikan, pergaulan, dan segala hal yang dialami sejak lahir hingga saat ini.
"Ini berarti meskipun orang tua mewarisi sifat dasar kepada anaknya, lingkungan dan pengalaman hidup tetap menjadi pembentuk kepribadian yang jauh lebih besar," ujar Ted Schwaba, pemimpin penelitian dari Universitas Negeri Michigan. "Kita bukan sekadar hasil penurunan gen. Kita adalah hasil dari apa yang kita alami."
Peneliti juga menegaskan satu hal penting yaitu pengaruh setiap gen itu sangat kecil dan tersebar di ribuan tempat yang berbeda. Artinya, tidak mungkin menebak sifat seseorang hanya dengan melihat gen orang tuanya atau gen anaknya.
Tidak ada satu pun gen yang berarti "gen pemalu" atau "gen pemberani". Sifat seseorang terbentuk dari gabungan ribuan tanda kecil yang saling bertemu, lalu bertemu pula dengan lingkungan hidup yang membentuknya sepanjang masa pertumbuhan.
Peneliti juga menemukan bahwa kepribadian seseorang ternyata ikut memengaruhi jalannya hidupnya. Sifat yang diturunkan dari orang tua ternyata ikut berpengaruh terhadap berat badan, kebiasaan merokok, bahkan risiko tertular penyakit tertentu. Namun sebaliknya, pengalaman seperti jenjang pendidikan yang dicapai juga ikut mengubah kepribadiannya seiring berjalannya waktu.
Artinya, gen memberi awal, namun hidup yang kita jalani itulah yang menentukan siapa kita akhirnya.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]


















































