3 Tersangka Bagi-bagi Saldo TikTok Vilmei, ZK Kebagian Rp 600 Juta

1 hour ago 1

Jakarta -

Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota mengungkap aliran dana saldo akun TikTok milik kreator konten Vilmei yang digelapkan oleh karyawannya, ZK dkk. Dari hasil penelusuran polisi, ketiganya mendapatkan bagian, di mana ZK mendapat paling besar.

"Dalam pemeriksaan, tersangka ZK mengaku menerima dan menggunakan sekitar Rp 600 juta dari rangkaian transaksi tersebut. Nominal itu masih bersumber dari keterangan tersangka dan belum menjadi hasil perhitungan akhir penyidik," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Verdika Bagus Prasetya, dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (5/9/2026).

Sebagai informasi, ZK menggelapkan Rp 1,28 miliar berupa saldo akun TikTok milik Vilmei. Namun, nilai tersebut tidak dapat disamakan dengan uang tunai, mengingat terdapat konversi nilai koin dan potongan dari platform.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nilai Rp1,28 miliar merupakan total saldo yang digunakan untuk membeli koin TikTok. Dalam rangkaian pembelian koin, pengiriman hadiah digital/gift, hingga pencairan terdapat konversi nilai dan potongan dari platform. Besarannya masih kami verifikasi dengan data resmi TikTok," jelas Verdika.

Sementara itu, hasil pemeriksaan terhadap tersangka L yang menguasai akun lain mengaku menerima gift yang kemudian dicairkan senilai total Rp 72.738.476.

"Sebagian besar dana tersebut diteruskan kepada ZK, sedangkan L menerangkan bahwa bagian yang diterimanya sebesar Rp 9.256.123," ujar Verdika.

Sedangkan tersangka MASR yang merupakan kekasih tersangka ZK, mengaku memperoleh uang ratusan ribu hingga jutaan dari setiap pencairan saldo TikTok milik Vilmei.

"Tersangka MASR mengaku memperoleh Rp 600 ribu hingga Rp 1,5 juta dalam setiap pencairan. Jumlah keseluruhan yang diterimanya masih dihitung berdasarkan riwayat transaksi," ungkapnya.

Verdika mengatakan pihaknya tidak hanya berpatokan kepada keterangan tersangka. Penyidik, kata dia, akan mencocokkan keterangan tersebut dengan data TikTok hingga rekening dan dompet digital para tersangka.

"Kami tidak hanya berpegang pada pengakuan para tersangka. Seluruh keterangan sedang kami cocokkan dengan data TikTok, mutasi rekening bank, dan dompet digital agar aliran dana dapat diuraikan secara utuh," tuturnya.

(mea/dhn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |