Jakarta -
Kantor Wilayah Ditjenpas Aceh menyalurkan bantuan berupa 10.235 helai kerudung untuk korban bencana di Aceh. Bantuan tersebut merupakan mandat dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto.
Penyaluran bantuan ini terlaksana pada Kamis (2/4/2026) kepada korban banjir dan tanah longsor di Aceh, khususnya bagi perempuan. Penyaluran bantuan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Aceh, Yan Rusmanto.
Dalam teknis pelaksanaannya, ribuan kerudung tersebut terlebih dahulu didistribusikan melalui beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang tersebar di wilayah Aceh. Total bantuan yang dialokasikan mencapai 10.235 kerudung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kakanwil Ditjenpas Aceh, Yan Rusmanto, berharap aksi tersebut dapat menguatkan hubungan antara jajaran pemasyarakatan dengan warga sekitar. Ia berharap bantuan itu dapat bermanfaat bagi korban selama masa pemulihan berlangsung.
"Kami berharap bantuan kerudung dari Bapak Menteri ini dapat bermanfaat bagi ibu-ibu dan saudara-saudara kita yang terdampak banjir. Selain meringankan beban, ini adalah cara kami memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas antara jajaran Pemasyarakatan dengan masyarakat Aceh," kata Yan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/4/2026).
Menimipas Agus Andrianto sebelumnya sempat meninjau balai latihan kerja atau bengkel keterampilan konfeksi di Lapas Kelas I Cirebon, Jawa Barat (Jabar). Menteri Agus memesan 5.000 potong pakaian dewasa dan 5.000 hijab untuk anak-anak yang tinggal di wilayah terdampak bencana banjir dan tanah longsor Sumatera.
"Ada yang mau nyumbang kaus atau apa yang lagi dicetak di sini (Balai Latihan Kerja Konveksi Lapas Cirebon)? Berapa banyak, 5.000 (potong)? Boleh nggak tambah, tapi tagihannya ke saya. Untuk anak-anak," kata Menteri Agus kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi dan jajaran Lapas Kelas I Cirebon, Kamis (15/1/2026).
Menteri Agus mengatakan menerima informasi soal anak-anak perempuan di Aceh memerlukan baju muslimah, termasuk hijab. Relawan tersebut pada akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026 lalu berkunjung ke sejumlah wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di antaranya Aceh Tengah, Aceh Timur, serta Aceh Tamiang dan mendapati anak-anak perempuan mengharapkan bantuan hijab.
"Karena kayaknya kalau yang nyumbang baju muslimah untuk dewasa cukup banyak. Kalau baju muslimah, hijab untuk yang anak-anak seperti masih belum ada, masih kurang. Saya pesan 5.000 potong ya," ujar Menteri Agus.
Lihat juga Video: Tren Hijab buat Lebaran 2025 Sesuai Bentuk Wajah
(dwr/dhn)


















































