Jakarta -
Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan agenda pembangunan Indonesia saat ini telah sejalan dengan gagasan Presiden RI ke-3, B.J. Habibie. Yusril menyebutkan ide dan cita-cita Habibie soal pembangunan sangat relevan dengan kondisi saat ini.
Hal tersebut diungkap Yusril saat menjadi pembicara pada acara 'BJ Habibie Memorial Lecture ke-5: Mengenang Visi dan Pemikiran BJ Habibie' di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026). Yusril menyinggung kemampuan suatu bangsa untuk memahami teknologi dari luar.
"Jika kita mengaitkan dengan pemikiran konsep pembangunan yang lebih maju, ide dan cita-cita yang diajukan oleh Habibie sesungguhnya sangat relevan. Banyak negara memiliki kemampuan untuk memperoleh teknologi. Namun permasalahan yang muncul adalah apakah teknologi yang diperoleh tersebut dapat meningkatkan kapasitas bangsa yang membelinya," ujar Yusril.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yusril menyebutkan Habibie mencoba untuk meningkatkan kemandirian Indonesia. Habibie, menurut dia, mencoba agar Indonesia dapat mengembangkan teknologi yang sama dengan negara lain.
"Oleh karena itu, pertanyaan yang diajukan oleh Habibie pada dasarnya sederhana, namun sangat fundamental, 'Setelah kita mendatangkan suatu teknologi, apa saja yang dapat kita lakukan secara mandiri yang sebelumnya tidak dapat kita lakukan?' Di sinilah saya melihat pengertian kemandirian yang lebih signifikan," katanya.
Yusril kemudian mengungkap rencana pembangunan RI yang banyak sejalan dengan gagasan Habibie. Hal tersebut meliputi pembangunan sumber daya manusia, riset dan inovasi, hilirisasi, hingga transformasi digital.
"Dalam bidang pembangunan, kita sebenarnya telah bergerak ke arah yang sejalan dengan banyak gagasan Habibie. RPJPN 2025-2045 dan RPJPN 2025-2029 menempatkan pembangunan sumber daya manusia, riset dan inovasi, hilirisasi, transformasi digital, serta kemandirian sektor strategis sebagai bagian penting dari agenda nasional," kata dia.
Lebih lanjut, Yusril mengatakan perkembangan inovasi Indonesia mengalami kemajuan. Dia mengungkit hasil riset Global Innovation Index 2025 yang menempatkan Indonesia di peringkat 55 dari 139 negara.
"Perkembangan inovasi Indonesia menunjukkan kemajuan. Global Innovation Index 2025 menempatkan Indonesia pada peringkat 55 dari 139 negara dan ekonomi," katanya.
Meski begitu, Yusril berharap RI dapat terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Dia meminta agar pengembangan teknologi juga terus diperkuat.
"Namun, beberapa unsur yang menentukan kemampuan jangka panjang, terutama sumber daya manusia, riset, dan kapasitas dunia usaha untuk mengembangkan teknologi tentu masih perlu diperkuat," pungkasnya.
Simak juga Video 'WamenHAM: Penanganan di Papua Butuh Keterlibatan Semua Pihak':
(ygs/ygs)


















































