WNA Diduga Ekshibisionis di Blok M, Pramono Minta Pelaku Dihukum Berat

10 hours ago 4

Jakarta -

Viral di media sosial pria warga negara asing (WNA) diduga melakukan ekshibisionisme di Taman Literasi, Blok M, Jakarta Selatan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pelaku dihukum berat jika tertangkap.

"Ya kalau itu dilakukan, tertangkap, dihukum seberat-beratnya," ujar Pramono kepada wartawan, Minggu (11/1/2026).

Dari video yang dilihat detikcom, terlihat satpam menghampiri WNA tersebut. WNA itu juga terdengar menggunakan bahasa asing saat ditanya satpam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

WNA tersebut berusaha menjelaskan dengan mempraktekkan membuka celananya. "She's crazy, stupid," ujar WNA tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Baru Kompol Suparmin mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (10/1) di Taman Literasi, Blok M, Jaksel. Berdasarkan keterangan saksi, pelaku beralasan gerah karena cuaca Indonesia panas.

"Keterangan dari saksi, saksi menanyakan ke pelakunya alasan mengapa melakukan perbuatan tersebut. Alasannya cuacanya di Indonesia sangat panas dan membuat gatal dari leher sampai bawah gitu," ujar Suparmin saat dihubungi wartawan, Minggu (11/1).

Suparmin mengatakan WNA tersebut pergi meninggalkan lokasi usai dihampiri petugas. Polisi mengimbau korban dan pihak keamanan setempat melapor apabila terulang kejadian serupa.

"Jadi sama sekuriti cuma diusir, nggak diminta nomor teleponnya, lain kali sudah kita imbau kalau ada begitu telepon dulu ke Polsek biar kita datang dari pihak kepolisian," ujarnya.

"Iya (korban) kita imbau (melapor) kalau emang ini lapor kan biar nanti ada kejadian yang sama atau apa tersangkanya sama berarti udah berapa kali kan," tambahnya.

Polisi sudah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP). CCTV di sekitar lokasi akan disisir.

"Nah kita sambil cek CCTV kan nggak ada nih, kita imbau aja sambil kita cari (pelaku), sambil mengimbau pihak keamanan dalam nih kalau bisa pasang CCTV. Sama kalau ada kejadian serupa segera telepon kita diamanin dulu pelakunya," tuturnya.

(dvp/idn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |