Wamensos Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Korban Gempa Manggarai

5 hours ago 2

Jakarta -

Wakil Menteri Sosial RI (Wamensos), Agus Jabo Priyono menyerahkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyerahan dilakukan di Posko Utama Bencana Kabupaten Manggarai, NTT.

Untuk sementara, santunan diberikan kepada dua ahli waris atas nama Antonius dan Aprilianus masing-masing sebesar Rp 15 juta atau total Rp 30 juta.

"Ini merupakan bentuk kehadiran dan perhatian negara kepada keluarga yang ditinggalkan. Tentu santunan tidak dapat menggantikan kehilangan orang yang kita cintai, tetapi kami berharap bisa sedikit meringankan beban keluarga," kata Agus, dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus memastikan Kemensos akan terus memberikan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia lainnya setelah proses pendataan, verifikasi, dan validasi selesai dilakukan.

"Pendataan masih berjalan. Setiap korban meninggal dunia yang datanya telah terverifikasi akan kami tindak lanjuti pemberian santunannya," ujar Agus.

"Kami ingin prosesnya cepat, tetapi tetap harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," sambungnya.

Selain santunan, Agus menyerahkan bantuan logistik kedaruratan berupa kids ware, family kit, pakaian, kasur, dan selimut.

Kemensos juga menyerahkan 1.000 paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Agus mengatakan pemerintah terus memastikan kebutuhan dasar warga, terutama mereka yang masih berada di pengungsian, dapat terpenuhi.

"Yang paling penting sekarang adalah keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar. Dapur umum, tempat pengungsian, makanan, pakaian, selimut, serta kebutuhan anak-anak harus tersedia," kata Agus.

"Kami bekerja bersama pemerintah daerah, Tagana, TNI-Polri dan seluruh unsur yang ada di lapangan," sambungnya.

Berdasarkan data penanganan bencana hingga Minggu (16/8) pukul 19.21 WITA, gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (15/8) telah berdampak terhadap 1.528 kepala keluarga.

Sebanyak 5.659 jiwa mengungsi, 51 orang meninggal dunia, dan 137 orang mengalami luka-luka.

Wilayah terdampak meliputi Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada dan Ende di NTT.

Dampak juga tercatat di Kota dan Kabupaten Bima, NTB, serta Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kerusakan sementara mencakup 1.543 rumah rusak berat, 328 rumah rusak sedang dan 532 rumah rusak ringan.

Selain itu, sebanyak 94 fasilitas pendidikan, 211 fasilitas kesehatan (faskes), 42 fasilitas umum, 50 rumah ibadah, serta 76 gedung perkantoran dilaporkan mengalami kerusakan.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut berpusat di laut sekitar 30-38 kilometer (km) timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 km. Pascagempa utama, sejumlah gempa susulan masih terjadi dan terus dipantau.

Untuk mempercepat penanganan, Kemensos telah menggerakkan bantuan logistik dari Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi NTT, serta Gudang Pusat Bekasi dengan total nilai dukungan sekitar Rp 4,518 miliar.

Bantuan yang dikirim antara lain tenda keluarga dan tenda serbaguna, velbed, kasur, selimut, family kit, kids ware, makanan siap saji, makanan anak, sandang dewasa dan anak, perlengkapan ibadah, shower kit hingga perangkat dapur umum lapangan.

Kemensos juga menyalurkan 48 ton beras reguler untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak.

Dapur umum lapangan Kemensos telah diaktifkan di tiga wilayah terdampak, yakni Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Nagekeo.

Tagana bersama tim Perlindungan Sosial (Perlinsos) Korban Bencana juga terus melakukan asesmen, pendataan serta verifikasi dan validasi korban.

"Seluruh sumber daya yang kami miliki kami gerakkan. Kita ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini. Negara harus hadir sejak masa tanggap darurat sampai masyarakat dapat kembali pulih," ujar Agus.

Sementara itu, proses penyaluran bantuan masih menghadapi kendala, antara lain cuaca buruk yang menyebabkan penutupan sementara penyeberangan kapal feri dari Kupang, serta gangguan jaringan listrik dan komunikasi di sejumlah wilayah terdampak.

Kemensos terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda); Badan Nasional Penanggulangan Bencana RI (BNPB); Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas); Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD); TNI; Polri; Tagana; dan unsur terkait lainnya untuk mempercepat penanganan korban serta distribusi bantuan ke seluruh wilayah terdampak.

(prf/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |