Pemerintah Gelar Rakor Tanggap Darurat Bencana Gempa NTT

4 hours ago 3

Jakarta -

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menghadiri secara langsung rapat koordinasi penanganan gempa bumi Nusa Tenggara Timur di Posko Utama Kabupaten Manggarai. Rakor yang berlangsung secara hybrid tersebut membahas kondisi terkini dan langkah percepatan penanganan tanggap darurat di sejumlah wilayah terdampak.

Rakor dihadiri Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan Sari Yuliati. Rakor dihadiri juga oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, serta sejumlah BUMN terkait.

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan rakor dilakukan untuk mendapatkan laporan kondisi terkini, langkah taktis tanggap darurat, serta kebutuhan yang harus segera ditangani dalam satu hingga dua hari ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita minta laporan kondisi existing, kemudian juga langkah taktis yang diambil dalam tanggap darurat, dan penanganan-penanganan yang harus segera cepat dilakukan," ujar Cucun dalam siaran pers, Minggu (16/8/2026).

Cucun juga meminta adanya kejelasan pembagian penanganan antara BNPB, Kemensos, pemerintah daerah, dan kementerian/lembaga terkait. Menurutnya, langkah cepat diperlukan mengingat dampak gempa tidak hanya terjadi di Kabupaten Manggarai, tetapi juga sejumlah kabupaten lain di Pulau Flores.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNPB Suharyanto melaporkan gempa utama berkekuatan 7,7 dan hingga saat ini telah terjadi 995 kali gempa susulan. Sejumlah gempa susulan tercatat signifikan, dengan kekuatan hingga 6,2.

Berdasarkan data sementara per 16 Agustus 2026, sebanyak enam kabupaten di Flores terdampak gempa dengan total korban meninggal dunia mencapai 53 orang. Rinciannya, Kabupaten Manggarai 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Ende 2 orang, Manggarai Barat 1 orang, dan Ngada 1 orang.

Suharyanto juga menyampaikan laporan adanya tambahan korban di Pulau Palue, Kabupaten Sikka. BNPB akan segera melakukan asesmen sekaligus memastikan kebutuhan logistik masyarakat di wilayah tersebut.

Dari sisi kerusakan, tercatat sementara 299 rumah rusak berat, 65 rumah rusak sedang, dan 50 rumah rusak ringan. Data tersebut masih terus diperbarui seiring asesmen di lapangan.

Menanggapi kondisi tersebut, Wamensos, Agus Jabo menyampaikan kesiapan Kemensos untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera dipenuhi. Kemensos mengoptimalkan dukungan dari gudang-gudang logistik yang berada di wilayah NTT.

"Kemensos memiliki tiga gudang, yang dua ada di Kupang, satu di Sentra Efata dan satu di Dinsos Provinsi. Sejak kemarin barang sudah siap, tetapi karena ada kondisi kapal tidak bisa berlayar, maka pada malam hari ini baru bergerak," ujar Agus Jabo.

Menurut Agus, kendala akses distribusi membuat Kemensos menyiapkan strategi alternatif dengan melakukan pengadaan langsung di titik-titik terdampak. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan masyarakat tidak harus menunggu seluruh logistik tiba dari gudang.

Bantuan yang diprioritaskan mencakup bahan makanan dan kebutuhan darurat seperti tenda, selimut, pakaian, serta perlengkapan bagi perempuan dan anak-anak.

"Yang kita distribusikan mulai dari bahan-bahan permakanan, kemudian logistik. Logistik itu mulai dari tenda, kemudian selimut, termasuk bagian ibu-ibu, bagian anak-anak," katanya.

Untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat terdampak, Kemensos juga menyiapkan pengadaan 48 ton beras melalui kerja sama dengan Bulog setempat.

Selain bantuan logistik, Kemensos mengoperasikan dapur umum di sejumlah wilayah yang memiliki banyak pengungsi, antara lain Nagekeo, Sikka, dan Manggarai. Total produksi dapur umum yang disiapkan selama tujuh hari mencapai 168.854 porsi.

Kemensos juga telah menyalurkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia. Dua ahli waris yang telah teridentifikasi menerima santunan masing-masing Rp15 juta.

"Secara simbolis yang teridentifikasi itu dua orang. Jadi kita sudah berikan masing-masing ahli waris Rp15 juta. Dan nanti begitu data sudah disinkronisasi, akan segera kita berikan," ujar Agus Jabo.

Agus menegaskan Kemensos akan terus menyesuaikan pola distribusi dengan kondisi lapangan. Untuk wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun laut, Kemensos akan melakukan pengadaan kebutuhan di lokasi dan berkoordinasi dengan BNPB untuk dukungan transportasi udara.

"Kita akan berusaha sekuat-kuatnya supaya kebutuhan-kebutuhan dasar di titik-titik bencana kita lakukan dengan cepat, sampai menunggu proses datangnya logistik dari gudang-gudang yang kita kirim melalui jalur laut," kata Agus Jabo.

Rakor juga membahas pemulihan layanan dasar yang terdampak gempa. BNPB melaporkan Rumah Sakit Umum Daerah Manggarai mengalami kerusakan sehingga pelayanan dilakukan secara terbatas. Untuk mendukung penanganan kesehatan, Kementerian Kesehatan akan mengirimkan rumah sakit lapangan menggunakan pesawat Hercules.

Sementara itu, kementerian/lembaga dan BUMN terkait terus melakukan koordinasi untuk pemulihan listrik, ketersediaan BBM, serta jaringan komunikasi di wilayah terdampak.

(prf/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |