Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono berharap lima jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau dapat segera ditemukan. Ia meminta proses pencarian dilakukan secara maksimal oleh tim gabungan.
"Harapan saya, pencarian ini dapat terus dilakukan secara maksimal sampai ada perkembangan yang jelas mengenai keberadaan para jurnalis dan kru kapal tersebut. Pada saat yang sama, keluarga dan rekan-rekan para korban juga perlu mendapatkan informasi mengenai perkembangan proses tersebut secara berkala dan transparan," ujar Dave kepada detikcom, Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, hilangnya lima jurnalis dan tiga kru kapal saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau merupakan situasi yang sangat serius dan membutuhkan perhatian penuh. Apalagi, pencarian telah memasuki hari keempat sehingga keselamatan para korban dan upaya penemuan mereka harus menjadi prioritas utama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya memahami bahwa operasi pencarian di wilayah perairan Selat Sunda memiliki tantangan tersendiri, terlebih dengan kondisi aktivitas vulkanik dan cuaca yang dapat berubah-ubah. Karena itu, langkah Tim SAR memperluas area pencarian dan mengerahkan lebih banyak unsur perlu didukung agar seluruh kemungkinan lokasi keberadaan para korban dapat ditelusuri secara maksimal," kata Dave.
Ia menerangkan bahwa setiap informasi mengenai kemungkinan keberadaan para korban perlu ditindaklanjuti secara cepat dan terukur. Dengan demikian, seluruh sumber daya yang tersedia dapat diarahkan untuk memperbesar peluang menemukan para jurnalis dan kru kapal tersebut.
"Yang tidak kalah penting, aspek keselamatan para personel yang melakukan pencarian juga harus tetap diperhatikan. Kita tentu ingin proses ini dilakukan seoptimal mungkin, tetapi tetap dengan perhitungan risiko yang matang mengingat kondisi di sekitar Gunung Anak Krakatau," sambungnya.
Diketahui, lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau adalah Muhammad Bagus Khoirunas dari Antara, Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu. Mereka didampingi tiga kru kapal, yakni Kapten Kapal Warta (55), ABK Surakman (60), dan pemandu (guide) Heriyanto (49).
Kelimanya berangkat menggunakan kapal cepat (speedboat) dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Komunikasi terakhir antara korban dan jurnalis di Lampung terjadi sekitar pukul 14.42 WIB.
Namun, komunikasi dengan rombongan terputus sekitar pukul 15.04 WIB. Sejak saat itu, keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut belum diketahui.
(isa/idn)


















































