Jakarta -
Kasus penipuan modus membuka lowongan kerja (loker) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Jaksel), ramai disorot di media sosial (medsos). Diduga kantor yang mengaku membuka loker itu justru meminta uang kepada pelamar.
Polisi menyelidiki kasus itu dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti. Namun polisi belum menerima laporan dari korban terkait dugaan penipuan modus loker palsu itu.
"Kami sudah melakukan interogasi awal di awal. Di mana hal tersebut tidak ada namanya Polsek Pasar Minggu menerima laporan polisi, belum ada," kata Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Theodorus Echeal Setiyawan, dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan keterangan dari pihak korban diperlukan untuk mendapatkan informasi soal dugaan penipuan modus lowongan kerja. Kasus ini mencuat setelah ada pihak yang mendatangi kantor yang diduga melakukan para pelamar kerja.
Dalam video yang beredar di medsos, rumah kantor (rukan) tersebut berlokasi di kompleks ruko di Jalan Raya Pasar Minggu, Jaksel. Polisi mengatakan sudah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
"Kami sudah ke TKP kemarin bersama anggota lapangan sama Pak Kanit Reskrim Polsek Pasar Minggu. Kami sudah mengumpulkan bukti-bukti di sana," katanya.
Dia mengatakan proses penyelidikan masih berjalan meski belum ada korban yang membuat laporan polisi (LP). Di rukan tersebut, polisi mengamankan calon korban.
"Dan juga kemarin kami sudah membawa empat orang calon korban, yang di mana karena belum ada LP, kami mau ambil keterangan awalnya dulu di Polsek Pasar Minggu," ucap dia.
Jika ada temuan baru, polisi akan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penipuan modus menawarkan lowongan kerja.
"Janganlah pernah percaya terhadap bujuk rayu yang menjaminkan suatu pekerjaan dengan mengeluarkan uang sebagai tanda jadi. Terbuka lebar untuk para korban atau calon korban, silakan datang kemari," ungkapnya.
Kasus penipuan modus menawarkan lowongan kerja beberapa kali terjadi. Kasus serupa pernah mencuat di Tebet, Bekasi, hingga Duren Sawit Jakarta Timur (Jaktim).
(jbr/mei)


















































