Jakarta -
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), bertambah dua orang. Maka dengan tambahan tersebut, total korban meninggal kini mencapai 105 orang.
"Hari ini kami memperoleh data ketambahan dua orang yang meninggal. Sehingga jumlah total yang meninggal menjadi 105," kata Plt Kapusdatin BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers dilihat YouTube BNPB, Rabu (26/8/2026).
"Di mana yang meninggal ini pada dasarnya adalah akibat tidak langsung dari gempa bumi, sedangkan 48 adalah akibat langsung dan sisanya akibat tidak langsung," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya pun menyampaikan belasungkawa atas bertambahnya korban meninggal dunia. Berton mengatakan berdasarkan jenis kelamin, korban meninggal terdiri dari 42% laki-laki dan 58% perempuan.
"Jumlah korban yang meninggal berdasarkan kelompok umur, kami kelompokkan dengan lansia sebanyak 45%, dewasa 37%, anak-anak sebanyak 12%, sisanya adalah balita dan batita," ujarnya.
Dia mengatakan jumlah korban luka-luka juga bertambah 12 orang. Total korban luka-luka kini mencapai 1.678 orang.
"Kami juga perlu menyampaikan bahwa untuk korban luka-luka saat ini bertambah 12 dari data yang kami peroleh, sehingga menjadi 1.678, dan tetap yang terbanyak adalah di Manggarai Timur, disusul dengan Manggarai," jelasnya.
Sementara itu, Berton menyebut jumlah pengungsi mengalami penurunan signifikan. BNPB mencatat jumlah pengungsi berkurang 6.094 jiwa, terutama berasal dari Kabupaten Sikka.
"Per hari ini ada kekurangan yang signifikan dari jumlah atau penurunan dari pengungsi. Saat ini ada berkurang 6.094 jiwa, terutama ini berasal dari Sikka," paparnya.
"Namun demikian, di tempat lain juga ada ketambahan. Sehingga jumlah pengungsi saat ini adalah 179.037 orang. Yang tertinggi itu ada di Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat," imbuh dia.
(amw/dhn)















































