Tutup 2025, InJourney Gelar Doa Bersama untuk Sumatera di Mandalika-TMII

4 hours ago 2

Jakarta -

Menutup rangkaian tahun 2025, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menggelar doa bersama dan 'moment of silence' serentak di seluruh bandara serta destinasi pariwisata ikonik nasional. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan pergantian tahun sekaligus wujud empati dan solidaritas InJourney terhadap masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera.

Adapun kegiatan ini dilaksanakan menjelang detik-detik pergantian tahun di sejumlah aset InJourney, meliputi bandara-bandara utama, Kawasan The Mandalika-Lombok, The Nusa Dua-Bali, The Sanur Bali, The Golo Mori di Labuan Bajo, Candi Borobudur, Prambanan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), hingga Sarinah Jakarta. Seluruh rangkaian berlangsung khidmat, melibatkan pengelola destinasi, tenant, mitra kerja, serta para pengunjung.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono menyampaikan penutupan tahun 2025 menjadi momentum refleksi bersama, tidak hanya untuk merayakan pencapaian, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di tengah suasana pergantian tahun, InJourney mengajak seluruh masyarakat untuk sejenak berhenti, menundukkan kepala, dan mendoakan saudara-saudara kita di Sumatera yang terdampak bencana. Ini adalah wujud komitmen kami bahwa pariwisata tidak hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga empati, solidaritas, dan nilai kemanusiaan," ujar Maya dalam keterangannya, Kamis (1/1/2026).

Sepanjang periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, InJourney memastikan seluruh rangkaian perayaan dan aktivitas wisata di bandara maupun destinasi berjalan optimal, aman, dan nyaman. Berbagai program perayaan pergantian tahun di The Mandalika, Bali, Prambanan, TMII, Sarinah, serta destinasi lainnya pun telah terlaksana dengan penguatan aspek keselamatan, pengendalian kapasitas pengunjung, dan kesiapsiagaan operasional lintas sektor.

Sebagai bagian dari kepedulian sosial, InJourney konsisten mengedepankan perayaan yang bertanggung jawab. Seluruh destinasi InJourney menjalankan perayaan malam Tahun Baru tanpa pertunjukan kembang api, menggantinya dengan agenda reflektif berupa doa bersama, 'moment of silence', serta penggalangan dana bagi masyarakat terdampak bencana.

Di sektor perhotelan, InJourney Hospitality menyalurkan donasi dari sebagian keuntungan penyelenggaraan perayaan Tahun Baru 2026 untuk meringankan para warga yang terdampak banjir di wilayah Sumatera. Pada pergantian malam tahun baru, InJourney Hospitality juga menggelar 'Seaside Festive Symphony' di The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel yang menghadirkan kolaborasi eksklusif antara Erwin Gutawa Orchestra dan Indra Lesmana Jazz Experience.

Doa lintas agama dan moment of silence dilakukan pada saat jeda penampilan musisi maestro tersebut yang kemudian dilanjutkan dengan penampilan haru membawakan lagu "Bumi Pertiwi". Penampilan ini menciptakan pengalaman emosional yang mendalam dan menyentuh bagi penonton yang hadir.

Sementara di Kawasan Candi prambanan, melalui InJourney Destination Management (IDM), InJourney menyalurkan dukungan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui kampanye #SwaraUntukIndonesia. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Human Initiative di festival musik Swara Prambanan dan berlangsung pada Rabu (31/12) di kawasan taman wisata Candi Prambanan.

Di kawasan Jakarta, yakni di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), momentum pergantian tahun diperingati melalui rangkaian kegiatan reflektif bersama Sorak Sorai Fest dan doa bersama seribu lilin serta penggalangan dana melalui kitabisa.com. Seluruh dana yang terkumpul disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak di Sumatera.

Di Sarinah, rangkaian Festiloka Panggung Nusantara 2026 momentum pergantian tahun baru ditandai dengan dengan doa bersama dan 'moment of silent'. Kegiatan ini pun mendapat respons positif dari masyarakat dan pengunjung.

Maya menegaskan rangkaian ini merupakan upaya InJourney untuk menjadikan momen pergantian tahun bukan sekadar perayaan, tetapi juga ruang kebersamaan yang bermakna dan inklusif.

"Bagi InJourney, keberhasilan penyelenggaraan libur akhir tahun tidak hanya diukur dari kelancaran layanan dan tingginya antusiasme masyarakat, tetapi juga dari seberapa besar nilai kepedulian yang dapat kita hadirkan bersama. Menutup 2025, kami ingin memastikan bahwa pariwisata Indonesia tumbuh dengan hati, membawa harapan, dan semangat kebersamaan menuju 2026," pungkas Maya.

(akd/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |