Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) selama ini memberlakukan pembatasan hingga pemblokiran akses teknologi canggih ke China. Pemerintahan Donald Trump makin kencang melakukan hal tersebut, meski belakangan mulai melunak.
Sikap protektif AS terhadap teknologinya terbukti tak membuat China pasrah. Hal ini justru membuat China makin termotivasi mengembangkan teknologi canggih secara mandiri.
Giliran China makin perkasa, perusahaan-perusahaan AS justru ramai menggunakan teknologi AI China yang berbiaya murah. Agaknya, kini waktunya China yang balas dendam membatasi akses teknologi tercanggih ke AS.
China menyiapkan strategi baru untuk membatasi akses Barat terhadap teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) paling canggih yang dikembangkan di dalam negeri.
Pemerintah Beijing mempertimbangkan pengetatan aturan ekspor untuk teknologi AI dan semikonduktor sebagai bagian dari upaya menjaga teknologi strategis tetap berada di dalam negeri.
Laporan Financial Times yang dikutip Reuters menyebut langkah tersebut mencerminkan dorongan China untuk mempertahankan AI domestik tetap berada di dalam negeri. Beijing juga mulai memandang AI canggih sebagai aset nasional yang harus dikendalikan, seperti yang dilakukan Amerika Serikat.
Sebelumnya, Reuters secara eksklusif melaporkan bahwa otoritas China telah menggelar pertemuan dengan perusahaan-perusahaan teknologi besar untuk membahas kemungkinan pembatasan akses luar negeri terhadap model AI paling canggih buatan China, termasuk model yang belum dirilis.
Kementerian Perdagangan China disebut telah berkonsultasi dengan perusahaan AI dan pembuat chip dalam negeri mengenai cara mencegah teknologi canggih China serta startup unggulannya diakuisisi oleh pihak Barat.
Menurut laporan tersebut, Kementerian Perdagangan juga berdiskusi dengan perusahaan AI seperti Alibaba, ByteDance, dan Zhipu mengenai pembatasan transfer data penting untuk pelatihan model AI ke luar negeri. Selain itu, pemerintah juga membahas pembatasan agar bobot model (model weights) tidak dapat diunduh oleh pengguna asing.
Tidak hanya itu, pemerintah China juga meminta masukan mengenai kemungkinan pembatasan yang dapat mencegah produsen chip luar negeri, termasuk Qualcomm dan TSMC, memproduksi semikonduktor canggih berdasarkan desain yang dikembangkan perusahaan China seperti Huawei, Alibaba, dan ByteDance.
Laporan itu menyebut langkah-langkah baru tersebut berpotensi dimasukkan ke dalam revisi berikutnya atas daftar teknologi China yang dilarang atau dibatasi untuk diekspor. Namun, usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan regulator masih mempertimbangkan masukan dari industri sebelum mengambil keputusan final.
Financial Times juga melaporkan bahwa pembatasan serupa dapat diterapkan terhadap akuisisi teknologi strategis di luar negeri, termasuk di bidang agentic AI.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]


















































