Tragedi Banjir Nepal: Jenazah Istri Dikremasi, Suami Terjebak di China

3 hours ago 6

Jenazah korban banjir Nepal, Prabita Roila, dikremasi di tepi Sungai Suryamati. Suaminya tak hadir karena terjebak di sisi perbatasan China.

Kerabat Prabita Roila (32 tahun)yang meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor mematikanbersiap menyalakan api pembakaran jenazah di Sungai Suryamati, Trishuli, Distrik Nuwakot, Nepal, pada 30 Agustus 2026. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

Kerabat Prabita Roila (32 tahun), korban tewas dalam banjir bandang dan tanah longsor di Nepal, bersiap melakukan kremasi di tepi Sungai Suryamati, Trishuli, Distrik Nuwakot, Minggu (30/8/2026). Jenazah Prabita dibawa ke lokasi tersebut untuk menjalani prosesi kremasi setelah ditemukan sebagai salah satu korban bencana mematikan yang melanda wilayah tersebut. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

Kerabat Prabita Roila (32 tahun)—yang meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor mematikan—menyalakan api pembakaran jenazahnya di Sungai Suryamati di Trishuli, Distrik Nuwakot, Nepal, pada 30 Agustus 2026.

Roila termasuk di antara 780 orang yang tewas setelah aliran deras yang membawa es, batu, dan puing menerjang lembah pegunungan di perbatasan China-Nepal pada Rabu (26/8/2026). Bencana tersebut juga menyebabkan lebih dari 3.000 orang dilaporkan hilang. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

Seorang kerabat Prabita Roila (32)—yang meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor mematikan—menyalakan api pembakaran jenazah di Sungai Suryamati, Trishuli, Distrik Nuwakot, Nepal, pada 30 Agustus 2026.

Krishna Prasad Bhatta, kerabat Roila berusia 69 tahun, mengatakan suami korban tidak dapat menghadiri prosesi kremasi. Ia masih berada di sisi perbatasan wilayah China, sementara akses jalan terputus akibat banjir. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

Api pembakaran jenazah Prabita Roila (32 tahun)—yang meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor mematikan—menyala di tepi Sungai Suryamati di Trishuli, Distrik Nuwakot, Nepal, pada 30 Agustus 2026.

Prosesi kremasi di tepi Sungai Suryamati dihadiri sekitar sepuluh kerabat Roila dan dilakukan sesuai tradisi Hindu. Ritual tersebut antara lain meliputi meletakkan batu di sungai, menyelimuti jenazah dengan kain, kemudian membakarnya. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

Api pembakaran jenazah Prabita Roila (32 tahun)—yang meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor mematikan—menyala di tepi Sungai Suryamati di Trishuli, Distrik Nuwakot, Nepal, pada 30 Agustus 2026.

Bhatta mengatakan Roila merupakan satu-satunya dari delapan anggota keluarganya yang dilaporkan hilang yang telah ditemukan sejauh ini. Sementara itu, keberadaan tujuh anggota keluarga lainnya masih belum diketahui. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |