Jakarta -
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan akses jalan dari Tapanuli ke Sibolga masih belum bisa dilalui karena banyaknya tanah longsor. Hingga saat ini masih banyak warga yang terjebak di lokasi.
"Ini sekarang yang masih belum tembus, ini dari Tapanuli ke Sibolga ini belum bisa tembus karena di sini ada longsoran-longsoran yang sangat panjang. Kalau di lapangan praktis hampir 50 km yang tertutup," kata Suharyanto dalam rapat soal bencana di Sumatera, yang disiarkan YouTube BNPB, Minggu (30/11/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suharyanto mengatakan satgas gabungan sudah berusaha membuka jalan yang longsor. Diperkirakan akses bisa terbuka dalam waktu 3 hari ke depan.
"Nah sekarang dengan satgas gabungan TNI/Polri ini sudah berusaha membuka dan menurut penjelasan kemarin sore, dari Dandim paling tidak butuh waktu 3-4 hari lagi baru bisa tembus," kata dia.
Di jalan Tapanuli-Sibolga yang tertimbun longsor ini, membuat banyak pengendara yang terjebak. Mereka di lokasi sudah berhari-hari.
"Di sini banyak pejalan, berkendaraan, yang terjebak karena sudah di tengah-tengah, dia mundur juga tidak mau ke Tapanuli Utara, dia menunggu, mereka menunggu tembusnya jalan menuju Sibolga," kata dia.
"Itu ada beberapa pejalan yang terjebak di situ sudah beberapa hari. Tapi kami dropping logistik baik lewat udara maupun lewat darat," kata dia.
Suharyanto mengatakan prajurit TNI dikerahkan untuk mengirimkan bantuan kepada warga yang terjebak. Bantuan juga dikirimkan via udara.
"Hari ini pasukan Kodim, ada 50 orang prajurit muda menggunakan ransel membawa logistik dia mendatangi para pejalan-pejalan yang terjebak saat kejadian bencana yang mungkin masih menunggu di situ, karena menunggu mobil-mobilnya yang dia tidak mau tinggalkan. Dan kemudian juga didrop dari udara," pungkasnya.
(lir/knv)


















































