Startup Milik Anak Bill Gates Ketahuan Menipu, Modusnya Dibongkar

5 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Nama besar keluarga Gates selama ini identik dengan kesuksesan bisnis dan inovasi teknologi. Namun baru-baru ini, bayang-bayang dugaan kecurangan menyelimuti salah satu usaha yang digagas oleh generasi penerusnya. Sebuah aplikasi belanja berbasis kecerdasan buatan bernama Phia, yang didirikan oleh Phoebe Gates terjerat kasus penggelapan komisi lewat cara yang tersembunyi dan tidak terduga.

Saat pertama kali diluncurkan pada awal musim semi 2025, Phia hadir dengan janji menjadi asisten belanja cerdas yang membantu pengguna menemukan harga terbaik, kode diskon, dan penawaran menarik hanya dengan satu kali pemasangan sebagai ekstensi browser. Pendapatannya pun bergantung pada sistem kemitraan afiliasi. Phia mendapat bagian keuntungan setiap kali ada pembelian yang dilakukan lewat iink yang disediakannya.

Namun di balik kemudahan yang ditawarkan, sebuah riset mengungkap modus penipuan. Menurut laporan dari peneliti independen Ben Edelman, media Bloomberg, dan layanan perbandingan belanja Capital One Shopping, aplikasi ini diam-diam menerapkan taktik curang yang dikenal dalam dunia digital sebagai "cookie stuffing".

Cookie stuffing adalah modus yang mulus. Saat pengguna sedang membuka situs toko online apa pun, Phia secara otomatis membuka halaman tersembunyi di tab latar belakang. Di balik layar itu, aplikasi langsung menyisipkan kode tautan afiliasi miliknya sendiri, menggantikan atau menempelkan kode tersebut meskipun pembeli datang ke toko online bukan lewat rekomendasi Phia.

Akibatnya, setiap transaksi yang terjadi akan tercatat seolah-olah berasal dari aplikasi ini, sehingga komisi penjualan pun masuk ke kantong Phia, padahal haknya seharusnya jatuh ke tangan website lain yang benar-benar mengarahkan pembeli tersebut.

Edelman bahkan merilis bukti rekaman yang memperlihatkan bagaimana mekanisme rahasia ini berjalan di perangkat iOS, membuktikan bahwa trik ini sudah beroperasi secara aktif sejak fitur baru diluncurkan pada Desember 2025.

Ketika laporan ini menjadi sorotan luas, pihak pengelola Phia segera angkat bicara. Melalui pernyataan resmi kepada Bloomberg, juru bicara perusahaan membantah adanya niat curang dan menyebut seluruh kejadian ini hanyalah kesalahan teknis atau kerusakan pada sistem pemrograman terbaru.

"Kami baru menyadari adanya ketidaktepatan pencatatan data pada sebagian pengguna dalam pembaruan terakhir. Begitu diketahui, tim kami langsung bekerja sepanjang malam untuk memperbaikinya, dan masalah ini sudah terselesaikan," ujar perwakilan Phia.

Meski sudah mengaku memperbaiki sistem, penjelasan ini tidak sepenuhnya menghilangkan keraguan. Jaringan mitra dagang seperti Impact.com langsung mengambil sikap tegas dengan menangguhkan kerja sama dan akun Phia, karena dianggap melanggar aturan dasar transparansi dan keadilan dalam industri afiliasi.

Kasus ini menjadi perhatian khusus karena melibatkan sosok yang berasal dari keluarga paling berpengaruh di dunia teknologi. Phoebe Gates, anak dari pendiri Microsoft Bill Gates, memulai Phia bersama aktivis Sophia Kianni.Phia telah diunduh lebih dari 1,2 juta kali dan mendapatkan suntikan dana senilai puluhan juta dolar AS sejak awal beroperasi.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |