Jakarta -
Sopir mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ajiz Setyo Wihantoro (39) yang mengamuk dan menghajar 15 orang di Kebumen, Jawa Tengah dipecat. Ia dipecat karena mengemudi dalam keadaan mabuk dan menabrak sekolah hingga mengamuk.
Yang bersangkutan adalah warga Desa Karangsambung, Kecamatan Karanggayam. Ia menabrak gerbang SDN Clapar, Kacamatan Karanggayam dan talud pada Jumat (6/2) sore karena diduga dalam keadaan mabuk.
Setelah kejadian itu, warga berusaha mendekat dan hendak menolong pelaku. Namun, yang bersangkutan justru emosi dan ngamuk ke warga dengan membabibuta. Aparat kepolisian yang mendapatkan laporan peristiwa itu, langsung meluncur ke lokasi kejadian dan mengamankan pelaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, pihak kepolisian dan perangkat desa memfasilitasi pertemuan dengan para pihak terkait termasuk warga yang menjadi korban amukan. Setelah digelar mediasi pada Sabtu (7/2), semua pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.
"Pertemuan dari para pihak, dari sopir MBG sudah minta maaf kemudian ganti kerugian, pihak yang jadi korban sudah diobati terus kemarin mediasi penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan. Kasus hukum tidak berlanjut," ungkap Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata saat dihubungi detikjateng, Minggu (8/2/2026).
Sementara itu, Plh Kapolsek Karanggayam, Ipda Samun, menyebut meskipun kasus hukum tidak berlanjut, pihak Yayasan Bumi Tirto Mulyo yang menaunginya tetap memberikan sanksi tegas. Yang bersangkutan langsung diberhentikan alias dipecat sebagai sopir mobil SPPG di yayasan tersebut.
"Hasil mediasi sepakat permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan. Terus MBG mengeluarkan saudara Ajiz itu, diberhentikan sejak mediasi kemarin. Yang bilang Ketua Yayasan, Pak Suradi. Intinya (sopir) sudah tidak dipakai," sebutnya.
Simak selengkapnya di sini.
(yld/zap)

















































