Sejumlah Warga di Jakarta Rasakan Mata Perih dan Napas Berat Pagi Ini

2 weeks ago 6

Jakarta -

Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau mulai menyebar di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pagi ini. Sejumlah warga merasakan perbedaan napas lebih berat hingga perih saat berkendara.

Salah satunya dirasakan Farih, warga Cipulir. Dia mengaku aktivitas di Jakarta pagi ini terasa lebih berbeda dari biasanya. Dia merasa matanya perih saat perjalanan menggunakan motor.

"Kalau tadi sih pas CFD (car free day) berat ya, maksudnya lumayan berasa gitu kalau CFD. Cuma yang kalau untuk paling berasa banget tuh waktu di jalan sih tadi. Soalnya kan kita jalan tadi naik motor ke sini," kata Fahri saat ditemui di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (6/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu lumayan perih di mata gitu ya, waktu jalan naik motor itu kecepatan di 20 sampai 30 km per jam itu tadi lumayan perih sih berasa di mata gitu," sambung dia.

Meski begitu, Fahri mengatakan tetap beraktivitas di CFD HI karena merasa lebih nyaman. Menurutnya, di CFD HI lebih tertata daripada lokasi lain.

"Kalau sejauh ini saya sendiri kenapa ke Bundaran HI karena emang di sini space-nya paling gede gitu ya. Emang di dekat Jakarta Selatan di perbatasan di daerah Tangerang itu lumayan lebih dekat jaraknya sebenarnya tapi di CFD sebenarnya lebih luas, nggak bertumpuk orangnya banyak, kita nggak impit-impitan gitu terus di sini juga UMKM-nya emang seru," kata dia.

Hal senada disampaikan oleh warga Jakarta Utara bernama Doni Setiawan. Dia mengatakan udara Jakarta pagi terasa berbeda saat melakukan aktivitas. Menurut Doni, napas menjadi terasa lebih berat saat berolahraga di Bundaran HI.

"Iya, agak berat gitu (napas). Mata sih belum, kayaknya baru di hidung ya," kata Doni.

Doni juga mengaku memakai masker saat berangkat dari Jakut ke Bundaran HI. Dia mengatakan abu vulkanik mulai terasa saat perjalanan.

"Di perjalanan sama sampai sini udah ada mulai sih. Di perjalanan tadi kan pakai masker soalnya," katanya.

Prawita dan Agung, warga Depok yang jalan-jalan ke CFD Bundaran HI, juga mengatakan memakai masker untuk mengantisipasi risiko debu masuk ke tubuh. Terlebih mereka membawa anak-anak.

"Dan kan juga untuk mengurangi risiko juga kan, gitu. Tadi kan karena sudah janji pengen olahraga di sini, juga kan untuk mengurangi risiko ya pakai masker lah seperti itu," kata Agung.

Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Jakarta

BMKG mengungkap sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. BMKG menyebut abu sampai ke wilayah Lampung hingga sebagian Jakarta.

BMKG memaparkan data sebaran abu vulkanik per pukul 04.00 WIB, Minggu (6/9). BMKG menyebut dua klaster sebaran abu Gunung Anak Krakatau.

"Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," tulis BMKG dalam situsnya.

Klaster pertama adalah ke arah Jakarta, Banten, dan Jawa barat. Sebaran abu mencapai ketinggian 20 ribu kaki.

"Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20 ribu ft teramati ke arah timur laut-selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya," jelasnya.

Sementara itu, sebaran dari permukaan hingga ketinggian 50 ribu kaki teramati ke arah barat daya-barat laut. Wilayah ini mencakup sebagian Lampung hingga Lampung.

"Mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten," jelasnya.

Simak Video 'Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Hingga Wilayah Jakarta':

(tsy/ygs)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |