Jakarta -
Pembongkaran SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, sedang berlangsung. Sejumlah pekerja sudah mulai membongkar bangunan sekolah yang tampak rusak.
Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (2/9/2026), para pekerja terlihat mulai membongkar bagian atap lebih dulu. Mereka melepas genteng lalu menatanya di sekitar bangunan.
Ruangan kelas yang ambruk masih terlihat jelas. Puing-puing masih berserakan di bagian dalam bangunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain ruang kelas, para pekerja membongkar bangunan sekolah yang berada di seberangnya. Beberapa orang di lokasi juga tampak memeriksa progres pembongkaran itu.
"Siap, insyaallah dalam minggu ini sudah mulai (pembongkaran)," kata Camat Kebayoran Lama Musthofa saat dihubungi, Rabu (2/9).
Musthofa menyebutkan surat terkait rencana pembongkaran SDN Kebayoran Lama Selatan 09 sudah ada di Dinas Pendidikan. Bangunan SD akan dibongkar total terlebih dahulu untuk selanjutnya dibangun ulang.
"SPMK-nya (surat perintah mulai kerja) sudah ada dari dinas infonya bongkar total sebulan, lanjut bangun baru," jelas dia.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap ada 11 sekolah yang direvitalisasi pada tahun ini. Pramono mengungkap Pemprov DKI Jakarta sebelumnya berencana merevitalisasi 7 sekolah, ditambah karena adanya laporan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 roboh.
"(Sebelumnya) 7 yang dijalankan. Nah SD Negeri 09 di Kebayoran Lama itu nomor 8. Jadi nomor 8, kemudian kemarin setelah dilaporkan oleh dinas terkait, Dinas Pendidikan dan juga Citata, maka saya memutuskan untuk ditambah 4 yang akan diselesaikan di tahun ini. Jadi ada 7 tambah 4, jadi ada 11," kata Pramono kepada wartawan di Jalan Rasuna Said, Minggu (26/7).
Pramono mengungkapkan Pemprov Jakarta sebenarnya merencanakan 22 sekolah untuk direvitalisasi pada tahun ini. Namun 11 sisanya akan mulai direvitalisasi tahun depan.
"Yang 11 akan kita selesaikan tahun anggaran berikutnya," katanya.
Pramono juga angkat bicara terkait proyek SDN Cipete Utara 01 di Jakarta Selatan yang disebut terbengkalai. Pramono menyebutkan ada masalah dari sisi kontraktor, yang sempat menginginkan agar bangunan tersebut bisa digunakan untuk selain sekolah (mixed use).
"Hal yang berkaitan dengan di Cipete, jadi di Cipete itu awalnya untuk renovasi atau membangun sekolah baru untuk SD Negeri 01 Cipete (Utara). Di tengah jalan kemudian ada keinginan untuk mixed use, membangun ke atas sampai dengan 20 lantai. Tetapi dalam perjalanannya, kontraktornya berubah lagi untuk membangun hanya SD negeri itu. Waktunya, time-nya udah selesai, udah lewat," katanya.
Pramono telah memutuskan agar SDN Cipete Utara 01 dapat segera diselesaikan. Sementara bagian bangunan lain belum akan dilanjutkan.
"Saya kemarin memutuskan, udah kita selesaikan SD-nya dulu. Untuk mixed use-nya tidak kita lanjutkan. Nanti untuk urusan apa, mixed use-nya itu urusan yang lain. Tapi yang paling penting adalah SD Negeri 01 Cipete (Utara) akan bisa segera diselesaikan," katanya.
Simak juga Video 'Pramono: Program LPDP Jakarta Tetap Jalan, Perbaikan Sekolah Pakai Dana KLB':
(tsy/eva)


















































