Amalia Zahira, CNBC Indonesia
02 January 2026 14:22
Jakarta, CNBC Indonesia - Empat dekade terakhir menunjukkan transformasi dalam ekonomi global. Sejumlah negara tumbuh stabil, sebagian melesat cepat, sementara beberapa ekonomi besar justru turun peringkat seiring munculnya kekuatan baru, terutama dari kawasan Asia dan pasar berkembang.
Perubahan ini mencerminkan bergesernya pusat pertumbuhan dunia dan memengaruhi arah perdagangan, investasi, serta kebijakan ekonomi global.
Amerika Serikat Masih Mendominasi
AS konsisten sebagai ekonomi terbesar dunia sejak 1980 dengan GDP naik lebih dari sepuluh kali lipat mencapai uS$30,6 triliun pada 2025.
Keunggulannya ditopang oleh pasar domestik besar, pasar modal dalam, dan pertumbuhan produktivitas berkelanjutan.
Meski pangsa global AS berfluktuasi dari puncak 30% di awal 1980-an turun menjadi sekitar 25% pada 2025, negara ini tetap menjadi pusat inovasi teknologi dan keuangan global. Kekuatan dolar AS sebagai mata uang cadangan utama dunia dan ekosistem startup yang dinamis memastikan AS tetap menjadi pemain dominan dalam ekonomi global.
Kebangkitan Perekonomian China
China merepresentasikan perubahan struktural paling dramatis dalam ekonomi global selama 45 tahun terakhir. Pada 1980, China berada di luar lima besar dengan GDP hanya $300 miliar. Reformasi ekonomi Deng Xiaoping dan liberalisasi perdagangan mengubah segalanya.
Pada 2010, China sudah melampaui Jerman dan Jepang, dan pada 2025 berdiri kokoh sebagai ekonomi terbesar kedua dunia dengan nilai hampir US$19,4 triliun.
Pertumbuhan China didorong oleh investasi infrastruktur masif, industrialisasi cepat, dan integrasi ke rantai pasokan global. Negara ini kini menjadi pabrik dunia dan pasar konsumen terbesar, meski menghadapi tantangan perlambatan pertumbuhan, aging population, dan ketegangan geopolitik dengan AS.
Tumbuhnya Ekonomi India
India mencatat ekspansi GDP dari kurang dari $200 miliar pada 1980 menjadi lebih dari US$4,1 triliun pada 2025, menempatkannya di antara lima ekonomi terbesar dunia. Pertumbuhan India terutama terjadi pasca tahun 2000 ketika reformasi ekonomi, liberalisasi sektor jasa, dan boom teknologi informasi mengakselerasi pertumbuhan.
Antara 2000 dan 2022, India melompat delapan peringkat menjadi ekonomi terbesar kelima, melampaui Inggris dan Prancis. Dengan populasi 1,4 miliar yang mayoritas muda dan kelas menengah yang berkembang pesat, India diprediksi terus tumbuh kuat. Proyeksi Goldman Sachs menunjukkan India akan menjadi ekonomi terbesar ketiga pada 2050 dan bahkan bisa melampaui AS pada 2075.
Jepang Mengalami Penurunan 2025
Jepang mendominasi ekonomi global di akhir 1980-an dan awal 1990-an, sempat mempersempit gap dengan AS. Namun setelah bubble economy pecah di awal 1990-an, Jepang mengalami "lost decades" dengan pertumbuhan stagnan, deflasi berkepanjangan, dan populasi yang menua.
Meski tetap sebagai ekonomi maju dengan teknologi tinggi dan basis manufaktur kuat, Jepang turun dari posisi kedua menjadi keempat setelah dilampaui China dan India. GDP Jepang pada 2025 sekitar $4,2 triliun, jauh di bawah puncaknya relatif terhadap ekonomi global pada era 1990-an.
(mae/mae)


















































