Jakarta, CNBC Indonesia - China selama ini dikenal sebagai pusat manufaktur perangkat elektronik, termasuk HP. Namun, pelan-pelan China mulai ditinggalkan pabrikan HP besar. Misalnya Samsung yang menutup total pabrik terakhirnya di Huizhou pada 2019 silam, karena pangsa pasarnya di negara tersebut turun drastis kala itu.
Kemudian, belakangan Apple juga mulai mengurangi produksi iPhone di China dan memindahkan manufaktur ke India karena situasi geopolitik yang memanas antara China dan Amerika Serikat (AS).
Menurut sebuah laporan baru, Google juga ingin menghentikan seluruh produksi lini Pixel di China pada tahun depan. Hal ini mencakup HP, jam tangan pintar (smartwatch), dan earbud.
Dalam beberapa tahun terakhir, Google telah memperluas kapasitas produksinya di Vietnam dan India untuk mengurangi ketergantungan pada China. Namun, porsi "signifikan" dari produk Pixel masih diproduksi di China.
Tenggat waktu tahun 2027 ini muncul berkat keberhasilan Google dalam mengembangkan dan memproduksi ponsel Pixel di Vietnam tahun ini. Karena ponsel lebih rumit untuk dibuat dibandingkan jam tangan pintar dan earbud, perusahaan kini optimistis dapat melakukan peralihan secara penuh.
Jika rencana yang beredar ini berjalan lancar, Google akan menjadi merek ponsel global kedua yang mengambil langkah tersebut, menyusul Samsung. Langkah ini relatif mudah bagi Google karena mereka tidak menjual ponsel sama sekali di China. Begitu pula bagi Samsung, mengingat pangsa pasarnya di China sangat kecil.
Google kabarnya berencana mengirimkan 8-10% ponsel pintar Pixel lebih banyak tahun ini dibandingkan tahun lalu yang mencapai 12 juta unit. Untuk menekan tekanan harga cip memori, Google diduga menggabungkan pesanan chip untuk bisnis cloud computing-nya dengan pesanan untuk HP dalam negosiasi bersama triopoli memori, yakni Samsung, SK Hynix, dan Micron.
Bahkan, seorang eksekutif anonim dari pemasok komponen Google dan Xiaomi melaporkan bahwa Google bahkan berpotensi merebut sebagian pangsa pasar dari Apple di AS, Jepang, dan Eropa, ketika Apple nantinya menaikkan harga iPhone.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]


















































