Geger Temuan Harta Karun Rp 1.588 T di Bawah Tanah, Ini Lokasinya

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Temuan spektakuler kembali mengguncang industri pertambangan global. China dilaporkan berhasil menemukan cadangan emas terbesar di dunia yang diperkirakan menyimpan lebih dari 1.000 metrik ton emas terkubur. Nilai harta karun tersebut ditaksir mencapai 600 miliar yuan atau setara Rp 1.588 triliun.

Lokasi harta karun ini ditemukan di Situs Wangu, Provinsi Hunan. Proses eksplorasi dimulai saat para peneliti melakukan pengeboran awal di kedalaman 2.000 meter dan berhasil menemukan sekitar 300 ton cadangan emas.

Tak berhenti di situ, pengeboran dilanjutkan hingga kedalaman 3.000 meter. Dari proses pengembangan tersebut, total akumulasi emas yang teridentifikasi di lokasi tersebut menembus angka 1.000 ton.

Berdasarkan hasil survei geologi, tim peneliti menemukan banyak sampel inti batuan yang kaya akan kandungan emas. Bahkan, beberapa bijih batuan mencatatkan kadar yang sangat tinggi, yakni mencapai 138 gram emas per metrik ton.

Mengutip laporan Indian Defense Review, tingkat kepadatan dan kadar emas setinggi itu merupakan fenomena yang sangat jarang ditemukan dalam skala sebesar ini.

Keberhasilan ini tak lepas dari penggunaan teknologi eksplorasi mutakhir oleh Biro Geologi Provinsi Hunan, salah satunya pemodelan tiga dimensi (3D). Teknologi canggih tersebut memungkinkan para ilmuwan memetakan formasi cadangan emas di bawah tanah secara presisi.

Metode canggih ini juga meningkatkan akurasi titik pengeboran. Wakil Kepala Biro Geologi Hunan, Liu, menjelaskan bahwa pemodelan tersebut sangat krusial untuk menentukan area yang memiliki konsentrasi emas paling padat.

"Emas juga berhasil ditemukan saat dilakukan pengeboran di area pinggiran lokasi," ungkap Liu.

Penemuan raksasa ini diproyeksikan bakal menyedot investasi domestik serta memantik minat besar dari perusahaan tambang global. Selain itu, dari sisi pembangunan daerah, proyek tambang ini diperkirakan akan mengakselerasi pengembangan jaringan transportasi dan infrastruktur energi baru di kawasan tersebut.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |