Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden Donald Trump kebagian cuan dari hasil divestasi ByteDance asal China terhadap operasional TikTok di Amerika Serikat (AS). Pemerintahan Trump mendapat 'jatah broker' dari para investor AS yang tergabung dalam entitas baru untuk mengendalikan operasional TikTok di AS.
Nilai fee untuk pemerintahan Trump dilaporkan sekitar US$10 miliar atau setara Rp170 triliun, menurut laporan Wall Street Journal berdasarkan informasi dari beberapa sumber yang familiar dengan hal ini, dikutip dari Reuters, Senin (16/3/2026).
Pada Januari 2026, pemilik TikTok asal China, ByteDance, menyelesaikan kesepakatan untuk mendirikan perusahaan patungan yang mayoritas sahamnya dimiliki AS. Hal ini dimaksudkan untuk 'mengamankan' data AS.
Sejak pemerintahan era Joe Biden, AS sudah memberlakukan regulasi yang mengancam akan memblokir TikTok dari AS jika ByteDance tak menyerahkan operasional di AS ke entitas investor di AS. Pemerintah AS berdalih kepemilikan China akan membahayakan keamanan nasional, mengingat pengguna TikTok di AS mencapai lebih dari 200 juta orang.
Entitas baru bernama TikTok USDS Joint Venture LLC akan mengamankan data pengguna AS, aplikasi, dan algoritma melalui pengukuran keamanan siber dan privasi.
Wakil Presiden JD Vance pada September 2025 mengatakan perusahaan patungan AS yang baru akan bernilai US$14 miliar atau setara Rp238 triliun.
Pembayaran jatah ke pemerintahan Trump merupakan bagian dari kesepakatan setelah entitas baru AS memperoleh kendali atas operasional TikTok di AS dari ByteDance, menurut WSJ. Pembayaran ini dilakukan di atas investasi yang telah dilakukan untuk mendirikan entitas baru yang akan mengoperasikan aplikasi tersebut di AS.
Investor yang terdiri dari perusahaan-perusahaan 'dekat' dengan Trump, seperti Oracle, Silver Lake, MGX dari Abu Dhabi, dan beberapa investor lainnya, membayar sekitar US$2,5 miliar ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ketika deal ditutup oleh ByteDance dan entitas AS.
Adapun total fee yang dibayar ke pemerintah AS secara bertahap mencapai US$10 miliar, menurut laporan WSJ. TikTok dan Gedung Putih tak segera merespons permintaan komentar dari Reuters.
Para pejabat dari pemerintahan Trump mengatakan 'jatah' tersebut sah, mengingat perang penting Trump dalam menyelamatkan operasional TikTok di AS, serta membimbing negosiasi dengan China hingga akhir, menurut laporan WSJ.
(fab/fab)
Addsource on Google


















































