Rajiv Salurkan Bantuan Pangan di Bandung, Pastikan Program Tepat Sasaran

1 hour ago 1

Jakarta -

Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv menyalurkan bantuan pangan (bapang) komoditas beras dari pemerintah kepada masyarakat di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog.

Menurut Rajiv, bantuan pangan pemerintah ditujukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meringankan beban keluarga penerima manfaat.

"Saya hadir dalam rangka penyaluran bantuan pangan komoditi beras dari Bapanas dan Bulog. Ini dari pemerintah. Ini adalah hak bapak ibu," kata Rajiv dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat II meliputi wilayah Bandung, Rajiv menjalankan fungsi pengawasan agar program pemerintah tersebut dapat tersalurkan secara tepat sasaran.

"Saya hadir di sini sebagai Anggota DPR mewakili warga di Bandung, menjalani fungsi pengawasan agar program ini tepat sasaran," ujar Rajiv.

Selain memastikan penyaluran tepat sasaran, Rajiv juga turut memperhatikan kualitas beras yang diterima masyarakat. Ia juga mengatakan bantuan pangan yang diberikan pemerintah harus memberikan manfaat bagi keluarga penerima.

"Kita tahu berasnya, mengecek kualitasnya sehingga bisa bermanfaat untuk masyarakat," tambahnya.

Untuk itu, Rajiv berharap bantuan pangan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat. Terlebih, pemerintah telah memperpanjang penyaluran bantuan pangan hingga Desember 2026 dari sebelumnya yang direncanakan hanya sampai September.

Rajiv mengungkapkan perpanjangan tersebut dilakukan pemerintah atas permintaan Komisi IV DPR RI. Dengan perpanjangan itu, lanjut dia, masyarakat penerima manfaat masih dapat memperoleh bantuan pangan hingga akhir tahun 2026.

"Yang terbaru kemarin penyaluran bantuan pangan ini dilanjutkan sampai Desember oleh pemerintah atas permintaan Komisi IV DPR RI. Harusnya sampai September, dilanjutkan Desember. Jadi panjang lagi, nanti bisa dapat lagi (bantuan pangan)," jelas Rajiv.

Dibalik keberlanjutan bantuan tersebut, Rajiv berharap masyarakat pada akhirnya dapat semakin mandiri secara ekonomi. Menurutnya, bantuan pangan dibutuhkan untuk membantu masyarakat, tetapi kemandirian ekonomi tetap harus menjadi tujuan.

Karena itu, Rajiv bersama kepala desa setempat akan memikirkan program lain yang dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di tingkat desa wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

"Saya bersama Pak Kades akan memikirkan program lain yang bisa menambah, ya tidak bisa membuat kaya tetapi bisa menambah ekonomi di desa ini," katanya.

Di samping itu, Rajiv juga menyoroti persoalan desil yang menjadi salah satu basis dalam penentuan penerima program bantuan pemerintah. Bahkan, DPR menjadikan perhatian serius terhadap persoalan desil tersebut.

Menurut dia, perbaikan data desil menjadi penting agar program bantuan pemerintah dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Desil-desil kacau ini, harus diperbaiki semua. Jadi bukan hanya masyarakat yang pusing sama desil, saya pun pusing sama desil. Karena banyak yang saya ajukan, semuanya terpotong sama desil. Jadi orang-orang yang berhak tidak mendapatkan bantuan gara-gara desil," pungkasnya.

(akn/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |