Jakarta, CNBC Indonesia - Raja Charles III ikut turun tangan menghadapi banyak kekhawatiran soal pengembangan AI. Dalam sebuah pertemuan, dia meminta agar para pemimpin senior raksasa teknologi untuk membahas keamanan AI.
Raja Inggris itu mengakui perkembangan AI sangat menarik. Namun di sisi lain juga mengkhwatirkan.
"Mereka di dunia ini menghargai kemanusiaan kita dan komponen moralnya yang vital berharap Anda bisa meyakinkan kita bahwa tidak akan kehilangan kendali atas takdir," jelasnya dikutip dari CNBC Internasional, Jumat (18/9/2026).
Raja Charles III juga dikabarkan bertanya pada peserta pertemuan pemanfaatan kekuatan AI yang mengutamakan keselamatan. Selain itu membangun kerja sama dan konsensus internasional terkait hal tersebut.
Kepada para pengusaha itu, Charles mengingatkan pentingnya mengambil keputusan. Karena akan berdampak pada kemajuan teknologi di masa depan.
"Oleh karena itu, tugas yang ada di hadapan Anda bukan hanya untuk memajukan teknologi, namun untuk memastikan teknologi itu bisa tetap melayani kemanusiaan, masyarakat dan alam," jelasnya.
Beberapa waktu terakhir, sejumlah bos teknologi menyuarakan kekhawatiran soal pengembangan AI yang tidak terbendung lagi. Mereka yang angkat bicara termasuk Sam Altman dari OpenAI, Dario Amodei dari Anthropic, Pendiri Deepmind Demis Hassabis, dan Elon Musk.
Di AS perdebatan yang sama juga terjadi. Sejumlah anggota kongres dari partai Demokrat dan Republik mendukung adanya rancangan aturan mengendalikan kemajuan AI.
Namun presiden AS Donald Trump menolak adanya aturan baru soal AI.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]


















































