Problem Sampah Tangsel Belum Berhenti Meski Dibuang ke Cileungsi

18 hours ago 1
Jakarta -

Masalah sampah di Tangerang Selatan (Tangsel) belum berhenti meski sudah dibuang ke Cileungsi. Kini muncul lagi tumpukan sampah baru.

Dirangkum detikcom, Sabtu (10/1/2026), Pemerintah Kota Tangsel seperti diketahui telah menetapkan status tanggap darurat pengelolaan sampah pada 23 Desember sampai 5 Januari 2026. Status darurat sampah ini berdasarkan Keputusan Wali Kota Nomor 600.1.17.3/Kep.500-Huk/2025.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyebut sampah-sampah yang masih menggunung di sejumlah titik diangkut bertahap. Dia mengimbau warga menghindari membuang sampah di sejumlah titik penumpukan yang ada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kala itu Benyamin memahami masyarakat khawatir dan terganggu adanya tumpukan sampah itu. Dia memastikan pengangkutan sampah dilakukan bertahap.

Pada status darurat tahap pertama ini rupanya tumpukan sampah belum juga bisa teratasi. Pemkot Tangsel memperpanjang status darurat hingga 19 Januari 2026.

"Pada masa perpanjangan difokuskan pada optimalisasi pembersihan dan pengangkutan sampah serta optimalisasi penegakan perilaku buang sampah," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel Essa Nugraha, dikutip Antara, Kamis (8/1).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel Tb Asep Nurdin menambahkan, perpanjangan itu didasari hasil evaluasi status darurat sampah tahap pertama. Berdasarkan hasil evaluasi masih ditemukan tumpukan sampah sehingga memerlukan penanganan ekstra.

Da berharap penanganan masalah sampah berjalan optimal selama perpanjangan status darurat.

"Perpanjangan ini untuk memastikan pelayanan kebersihan tetap maksimal dan kondisi kota kembali normal sepenuhnya," ujar dia.

Sampah Tangsel Ditolak Warga Serang

Pemkot Tangsel dan Serang kemudian menjalin kerja sama pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Taktakan, Kota Serang. Namun langkah ini menuai protes warga.

Mereka menyebut air lindi dari truk pengangkut sampah di Tangsel mencemari jalanan dan menimbulkan bau. Warga Taktakan menggelar demonstrasi di Kantor Kecamatan Taktakan, Kota Serang membentangkan spanduk penolakan sampah dari Tangsel.

Salah satu perwakilan warga Taktakan, Yuda, mempertanyakan klaim bahwa warga sekitar TPAS Cilowong setuju terhadap kiriman sampah dari Tangsel.

"Mohon ditunjukkan tanda tangan masyarakat yang setuju, biar kami tahu siapa saja yang setuju. Berarti ini bukan mengatasnamakan masyarakat Taktakan. Masyarakat Taktakan untuk sementara ini menolak. Saya sendiri merasakan baunya," kata Yuda.

Atas hal itu, Serang menghentikan sementara penerimaan sampah dari Tangsel untuk dilakukan evaluasi. Sekda Kota Serang, Nanang Saefudin, menyampaikan untuk sementara penerimaan sampah dari Tangsel yang diujicobakan sejak 1 Januari 2026 dihentikan.

"Ini kan baru uji coba beberapa hari. Kita hentikan dulu untuk dilakukan evaluasi. Saya pikir wajar masyarakat menyampaikan aspirasinya, baik dengan keras maupun lembut. Poinnya, kita akan melakukan perbaikan-perbaikan," ujar Nanang.

Pemkot Tangsel Kini Alihkan Sampah ke Cileungsi

Pemkot Tangsel langsung mengambil langkah melakukan pembuangan sampah ke wilayah lain. Tumpukan sampah di Tangsel dibuang ke tempat pembuangan di Cileungsi, Kabupaten Bogor.

"Sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim ke Cileungsi selama 14 hari ke depan," ujar Benyamin Davnie di Tangerang, dikutip Antara, Kamis (8/1).

Benyamin mengatakan pengalihan pembuangan sementara ke Cileungsi agar tak ada lagi penumpukan sampah di dekat permukiman maupun ruang publik di Tangsel. Apalagi, pembuangan sampah ke TPAS Cilowong saat ini disetop sementara.

"Ke Cileungsi ini diambil untuk memastikan tidak ada tumpukan sampah di titik-titik pemukiman maupun ruang publik di Tangsel," ucapnya.

Muncul Tumpukan Baru

Tumpukan sampah di sekitar Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan, Banten, telah diangkut. Petugas Satpol PP pun berjaga di sekitar lokasi.

Pantauan detikcom di lokasi, Jumat (9/1), tampak tumpukan sampah di Pasar Cimanggis sudah diangkut. Lokasi itu kini dipasang tali pembatas.

Petugas Satpol PP tampak berjaga di sekitar lokasi. Petugas tampak memantau agar warga tak membuang sampah sembarangan di tempat tersebut.

Meski sampah telah diangkut, bau sampah masih tercium di sekitar lokasi. Selain itu, tumpukan sampah baru juga muncul di sekitar Pasar Cimanggis.

Seorang warga bernama Tara (38) mengatakan tumpukan sampah itu baru terlihat. Dia mengatakan tumpukan sampah yang baru itu belum terlihat saat tumpukan sampah di Pasar Cimanggis diangkut Rabu (7/1).

"Nah kalau itu baru. Kalau yang di sana (samping pasar) udah diangkut," kata Tara.

Dia mengatakan tumpukan sampah itu mulai terlihat pagi tadi. Dia menduga tumpukan sampah itu muncul karena warga dilarang membuang sampah di samping pasar.

(whn/whn)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |