Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan keras kepada pihak yang disebutnya sebagai "pakar", ketika menyampaikan pidato dalam perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jumat (18/9/2026). Prabowo mengaku geram terhadap pakar yang dinilai melakukan fitnah terhadap dirinya.
Prabowo awalnya berbicara mengenai kesamaan nilai perjuangan di antara berbagai partai politik. Menurutnya, hampir seluruh partai memiliki cita-cita yang sama, yakni mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Hampir di semua partai banyak yang nilai perjuangannya sama dengan kita. Saya kenal orang-orang di partai itu juga. Tentunya kita semua ingin Indonesia adil dan makmur, semua. Kita ingin rakyat kita sejahtera," kata Prabowo dalam acara HUT ke-28 PAN, Jumat (18/9/2026).
Prabowo kemudian menceritakan sumpah yang dipegangnya sejak masih muda. Ia mengatakan sejak berusia 18 tahun telah siap mempertaruhkan nyawa untuk negara demi membela Indonesia.
Dia mengatakan cita-citanya adalah melihat rakyat Indonesia hidup sejahtera dan tidak lagi menghadapi persoalan mendasar seperti kelaparan, kesulitan mendapatkan pengobatan, maupun kekurangan gizi. Prabowo juga menyoroti persoalan gizi anak. Menurutnya, anak-anak Indonesia harus mendapatkan asupan gizi yang cukup agar mampu bersaing dengan anak-anak dari negara lain.
"Tidak ada anak-anak Indonesia yang berangkat sekolah kelaparan, tidak ada anak-anak Indonesia yang stunting yang tidak dapat gizi, sehingga tulangnya lemah, ototnya lemah, sel otaknya lemah, tidak bisa bersaing dengan anak-anak bangsa lain. Saya tidak ingin melihat itu," ujarnya.
Sindir Pakar
Prabowo kemudian menegaskan bahwa cita-cita tersebut merupakan bagian dari sumpah perjuangannya.
"Itu bukan sumpah saya. Saya bersumpah untuk melihat Indonesia sejahtera. Itu sumpah saya," kata Prabowo.
Kemudian, Prabowo melontarkan sindiran kepada pihak yang menurutnya terlalu menganggap diri sebagai pakar.
"Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya jadi goblok!" ujar Prabowo. Pernyataan tersebut disambut sorakan dan dukungan dari peserta acara yang meneriakkan nama Prabowo.
Kepala negara kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan pentingnya menjaga kejujuran dalam menyampaikan pendapat, khususnya bagi kalangan intelektual. Dia mengatakan ada sejumlah pihak yang menurutnya mengaku sebagai pakar tetapi justru melontarkan fitnah.
Dia juga mengutip Surat Al-Baqarah ayat 191 yang menurutnya memuat pernyataan mengenai fitnah lebih kejam dari pembunuhan.
Prabowo mengku menyatakan akan memaafkan pihak yang menyadari kesalahannya, namun tetap mengingat apa yang telah disampaikan.
"Ada beberapa pakar, saking pakarnya, dia melontarkan fitnah. Tapi sudahlah, kita bangsa yang besar, bangsa yang kuat. Saya mencatat saja," kata Prabowo.
"Kalau dia sadar saya maafkan, tapi saya ingatkan," lanjutnya.
Prabowo kemudian menyampaikan pesan kepada para pihak yang memiliki kepakaran maupun kemampuan intelektual agar tetap menjunjung kejujuran dalam menyampaikan analisis atau pendapat.
"Kalau Anda punya kepintaran, kalau Anda punya kepakaran, jangan lupa, seorang cendekiawan itu harus jujur. Itu namanya kejujuran intelektual, intellectual honesty. Apalagi kalian mengabdi kepada kepentingan bangsa lain," kata Prabowo.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]


















































