Jakarta -
Keberadaan baliho dan reklame di sejumlah daerah jadi sorotan Presiden RI Prabowo Subianto. Di Pekanbaru, persoalan itu sudah ditangani sejak tahun 2025.
Dari data yang diterima detikSumut, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho tercatat sudah bergerak sejak awal dilantik. Tidak main-main, spanduk atau baliho di jalanan protokol sudah bersih dipotong tak tersisa.
Agung Nugroho mengungkap sepanjang tahun 2025 sebanyak 198 tiang billboard telah dipotong. Termasuk 300-an baliho ditertibkan karena melanggar aturan dan mengganggu keindahan kota Pekanbaru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penertiban ini bukan sekadar penegakan aturan. Billboard dan baliho yang semrawut adalah sampah visual yang mengganggu estetika kota. Karena itu kami tertibkan agar Pekanbaru menjadi lebih rapi, nyaman, dan enak dipandang," kata Agung Nugroho, Selasa (3/2/2026).
Bukan tanpa alasan, Agung menilai langkah itu bertujuan untuk menghilangkan sampah visual yang menjamur selama ini. Termasuk menambah ruang terbuka hijau dan menata ulang wajah kota agar lebih berkelanjutan.
Penataan dilakukan sejak Agung Nugroho-Markarius Anwar dilantik Presiden pada 20 Februari 2025. Agung tancap gas meminta semua kepala dinas terkait membentuk tim khusus penertiban siap dan malam.
Langkah cepat yang dilakukan oleh Pemko Pekanbaru ini mencerminkan komitmen daerah untuk menjadi kota yang responsif terhadap kebijakan pemerintah pusat. Tak hanya itu saja, Kota Pekanbaru dinilai telah 'jorok' atas keberadaan baliho dan reklame.
"Kami ingin Pekanbaru menjadi kota yang sigap dan sejalan dengan arah kebijakan nasional. Arahan Bapak Presiden inj kami terjemahkan menjadi kerja nyata di lapangan. Bahkan sudah kami kerjakan di Pekanbaru sejak awal dilantik," tegasnya.
Foto: Walkot Pekanbaru Agung Nugroho (dok Ist)
Tak berkerja sendiri, penertiban juga dapat dukungan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Pekanbaru. Sehingga proses penertiban berjalan sesuai target dan telah bisa dinikmati perubahannya.
"Dengan dukungan Forkopimda, penertiban dapat berjalan lancar dan terkoordinasi. Ini menunjukkan kuatnya sinergi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh unsur terkait dalam menata kota," katanya.
Agung memastikan penertiban akan terus berlanjut ke sejumlah lokasi. Sebab, masih banyak reklame dan baliho mengganggu keindahan dan ketertiban Kota Pekanbaru.
"Kami konsisten menata kota agar Pekanbaru tertib secara aturan, indah secara visual, hijau, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Sudah kami jalankan sejak 2025," tutupnya.
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah daerah menertibkan spanduk-spanduk iklan dengan ukuran besar di sepanjang jalan. Hal ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Gerakan itu dikenalkan Prabowo dalam acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Prabowo mengatakan spanduk iklan berukuran besar hampir selalu dilihatnya di daerah-daerah.
"Terus terang saja saya minta kepada pemerintah tolong tertibkan iklan-iklan, spanduk-spanduk, terlalu banyak," kata Prabowo.
Prabowo meminta pemerintah daerah hingga pengusaha menertibkan spanduk iklan itu. Ia menyarankan agar spanduk iklan dibuat dengan tidak berlebihan.
"Saudara-saudara terlalu banyak spanduk baliho iklan, tolong ditertibkan. Ajak bicara pengusaha, Kadin, Hipmi, asosiasi pengusaha, bicara sama mereka. You bikinlah iklan jangan terlalu...," ujar Prabowo.
Lihat juga Video 'Prabowo Usulkan Proyek 'Gentengisasi', Apa Itu?':
(akn/ega)


















































