Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat rudal dan drone pada malam 4 Mei 2026. Hal ini menyusul serangan pesawat tak berawak yang memicu kebakaran di zona industri minyak strategis Fujairah. (Tangkapan Layar)
Kementerian Luar Negeri UEA menyebut serangan tersebut sebagai eskalasi serius yang mengancam keamanan nasional. "Serangan ini menandai ancaman langsung terhadap keamanan negara, dan UEA memiliki hak penuh untuk merespons," demikian pernyataan resmi pemerintah, seperti dikutip Reuters, Selasa (5/5/2026). (Tangkapan Layar)
Serangan drone itu berdampak langsung pada operasional penerbangan. Berdasarkan data Flightradar24, sejumlah penerbangan menuju UEA dialihkan ke Muscat, Oman, sementara lainnya harus berputar di atas Arab Saudi. Otoritas juga sempat menutup seluruh bandara sebagai langkah pengamanan. (Tangkapan Layar)
Di lokasi kejadian, tim pertahanan sipil dikerahkan untuk memadamkan kebakaran di kawasan industri minyak Fujairah. Kantor Media Fujairah melaporkan tiga warga negara India mengalami luka sedang akibat serangan tersebut dan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit. (Tangkapan Layar Instagram/Telegram Supernova_plus)


















































