Bupati Lombok Barat (Lobar) Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menjadi salah satu pihak yang diamankan KPK dalam kegiatan operasi tangkap tangan (OTT). Lalu Ahmad, yang sejak semalam dibawa ke gedung Merah Putih KPK, kini digiring keluar dengan mengenakan rompi oranye tahanan KPK.
Pantauan detikcom di lokasi, Selasa (21/7/2026), Lalu Ahmad keluar dari gedung KPK pukul 18.05 WIB. Lalu Ahmad keluar sambil mengenakan rompi oranye tahanan KPK dengan kondisi tangan terborgol.
Lalu Ahmad digiring keluar dari gedung KPK dengan pengawalan petugas. Lalu Ahmad kemudian langsung masuk ke mobil tahanan KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Lalu, ada dua pihaknya yang turut dibawa keluar secara bersama-sama. Berdasarkan informasi yang diperoleh, keduanya adalah Alvonsus Gani selaku Direktur Utama PT Melconel dan Sudirman selaku Direktur Utama PDAM.
Diketahui, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Beberapa jam sebelum ditangkap, Lalu masih sempat menonton final Piala Dunia 2026.
Dilansir detikBali, Senin (20/7/2026), Lalu Ahmad sempat nonton bareng final Piala Dunia 2026 bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat hingga subuh. Beberapa jam kemudian, ruang kerja orang nomor satu di Lombok Barat itu justru disegel KPK.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat Akhmad Saikhu mengatakan dia baru mengetahui penyegelan setelah tiba di kantor. Menurut dia, sebelumnya ia bersama Bupati LAZ dan sejumlah pejabat masih mengikuti nonton bareng Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol melawan Argentina di partai final.
"Saya mungkin dalam konteks ini tidak akan menjelaskan lebih jauh. Karena tadi pagi kan kita nonton (final Piala Dunia) bareng (Bupati) sampai pagi kita di lapangan, terus setelah itu udah selesai bola pulang kita," ujarnya.
Adapun dalam OTT ini KPK total mengamankan 19 orang. Namun akhirnya hanya tujuh orang yang dibawa ke Jakarta untuk diperiksa.
Jubir KPK Budi Prasetyo menyebut pihak yang diamankan berasal dari kalangan Pemkab Lombok Barat hingga pihak swasta. Lalu Ahmad, kata Budi, ditangkap di rumah dinasnya.
Dia mengatakan OTT terhadap Lalu Ahmad berkaitan dengan dugaan suap yang diterima Lalu Ahmad dari sejumlah proyek di Lombok Barat.
"Perkara ini diduga berkenaan dengan penerimaan yang dilakukan oleh bupati terkait dengan proyek-proyek yang ada di lingkungan Kabupaten Lombok Barat," kata Budi.
Sejumlah bukti turut disita KPK dari kegiatan OTT ini. Bukti-bukti itu mulai dari uang tunai hingga dokumen.
"Barang bukti di antaranya dalam bentuk uang tunai dalam pecahan rupiah dan juga beberapa dokumen yang diduga terkait dalam perkara ini," kata Budi.
KPK belum menjelaskan rinci nominal uang yang disita dalam OTT ini. Budi mengatakan nilai uangnya mencapai ratusan juta rupiah.
"Sampai dengan saat ini uang yang diamankan senilai ratusan juta rupiah," ungkap Budi.
Tonton juga video "Bupati Lombok Barat Terima Suap Alphard, Hermes hingga Sapi Kurban"
(kuf/maa)















































