Marak OTT Kepala Daerah, Sahroni Bicara Lingkaran Setan Biaya Politik Tinggi

1 day ago 4
Jakarta -

KPK telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap total 11 kepala daerah sampai saat ini tahun 2026, termasuk yang terbaru Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengakui ada lingkaran setan biaya politik tinggi yang dialami para kepala daerah.

Ia awalnya memberi apresiasi kepada KPK karena terus menangkap para kepala daerah yang melakukan korupsi. Dia mengatakan fenomena maraknya kepala daerah terjaring KPK ini juga harusnya menjadi pelajaran bagi pejabat daerah lainnya.

"Kami menaruh apresiasi tinggi terhadap konsistensi KPK mengawal ketat kasus korupsi yang dilakukan pejabat-pejabat di Indonesia. Namun fenomena banyaknya kepala daerah yang ditangkap ini harusnya menjadi peringatan untuk kepala daerah lain jangan main-main dengan kasus korupsi, sekecil apapun itu," kata Sahroni saat dihubungi, Rabu (22/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sahroni kemudian bicara biaya politik tinggi yang memang menjadi lingkaran setan di Indonesia. Meski begitu, ia yakin dengan konsistensi KPK, hal tersebut bisa sedikit demi sedikit dikurangi.

"Memang pasti ada lingkaran setan berupa biaya politik yang tinggi dengan perilaku korupsi, namun saya pikir dengan konsistensi KPK ini, mudah-mudahan bisa sedikit demi sedikit mengubah perilaku demokrasi politik di Indonesia," ucap dia.

Lebih lanjut, ia juga berharap KPK mulai ambil bagian memberi peringatan kepada calon-calon kepala daerah. Dengan adanya peringatan keras dan pengawasan ketat KPK, kata dia, para calon kepala daerah bisa menahan diri untuk tidak mengeluarkan biaya politik berlebihan sehingga tidak mencari-cari cuan.

"Dengan ketatnya pengawasan KPK ini, saya berharap nanti saat akan mulai mendaftar menjadi kepala daerah, semua calon kepala daerah harus sadar kalau nantinya saat mereka menjabat, akan diawasi ketat oleh KPK, sehingga saat berkampanye mereka bisa menahan diri untuk tidak mengeluarkan biaya politik berlebihan. Dan ini saya harap disadari oleh seluruh calon kepala daerah yang akan bertanding. Ini mudah-mudahan bisa memperbaiki kualitas demokrasi di Indonesia," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, KPK menetapkan Bupati Lombok Barat Lalu Zai Ahmad Zaini sebagai tersangka dugaan korupsi karena ikut main proyek dan menerima suap. Total penerimaan diduga mencapai Rp 12,4 miliar dalam bentuk uang tunai dan barang.

"Berdasarkan bukti permulaan yang sah, KPK kemudian menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan, dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka," kata Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein dalam konferensi pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (21/7).

Total ada tiga orang yang ditetapkan tersangka dalam kasus ini, berikut identitasnya:

1. Lalu Ahmad Zaini selaku Bupati Lombok Barat
2. Sudirman selaku Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang Lombok Barat (PT AMGM)
3. Alvonsus Gani selaku Direktur Utama PT Meconel Sistim Instrument (PT MSI).

Saksikan Live DetikPagi :

(maa/ygs)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |