PM Albanese: Hubungan RI-Australia Lebih dari Mitra, Kita Sahabat Dekat

2 hours ago 2

Jakarta -

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengapresiasi tercapainya kesepakatan Traktat Keamanan Bersama untuk menguatkan kemitraan strategis dengan Indonesia. Ia menilai hubungan Indonesia dan Australia bukan hanya mitra kerja, tapi juga sebagai teman dekat.

Albanese mengatakan penandatanganan ini merupakan momen bersejarah karena kembali dilakukan sejak tiga dekade lalu pada masa pemerintahan PM Australia ke-24 Paul Keating dan Presiden RI Soeharto pada Desember 1995.

"Perjanjian ini mencerminkan persahabatan yang erat, kemitraan, dan kepercayaan yang mendalam antara kedua negara kita di bawah Kemitraan Strategis Komprehensif kita. Ini dibangun di atas sejarah kerja sama pertahanan yang dimulai sejak tiga dekade lalu pada masa pemerintahan Keating dan Soeharto, yang ditandatangani pada bulan Desember 1995," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini saya sangat senang menandatangani perjanjian ini dengan Bapak Presiden. Sebuah momen bersejarah dalam hubungan negara kita dan pengakuan bahwa cara terbaik untuk menjamin perdamaian dan stabilitas di kawasan kita adalah dengan bertindak bersama," lanjutnya.

Albanese mengungkap traktat ini sekaligus menandakan hubungan Australia dan Indonesia yang lebih kuat. Ia pun mengapresiasi kepemimpinan Prabowo dengan komitmen pribadinya memajukan keamanan di seluruh kawasan.

"Perjanjian ini menandakan bahwa hubungan Australia dan Indonesia lebih kuat dari sebelumnya. Fakta bahwa kita menandatangani perjanjian ini hari ini adalah bukti kepemimpinan kuat Presiden Prabowo dan komitmen pribadinya untuk memajukan keamanan di kawasan kita dan bahkan di seluruh dunia," ujarnya.

Melalui perjanjian ini, Albanese menyebut Indonesia bukan hanya sekadar partner tapi juga sahabat dekat. Ia berkomitmen untuk terus membangun kerja sama signifikan ke depan dengan Indonesia.

"Seperti yang telah saya katakan, perjanjian ini merupakan perpanjangan signifikan dari kerja sama keamanan dan pertahanan kita yang sudah ada. Ini menunjukkan kekuatan kemitraan kita dan kedalaman kepercayaan serta kerja sama kita. Australia dan Indonesia berbagi salah satu batas maritim terpanjang di dunia, yang secara alami menjadikan kita mitra dekat. Namun hari ini, kita lebih dari sekadar mitra; kita adalah sahabat dekat," ujarnya.

(eva/gbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |