PHE Temukan 'Bukan Minyak Biasa' 1 Miliar Barel, di Sini Lokasinya

1 hour ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan temuan dari kegiatan eksplorasi 'bukan minyak biasa' atau minyak dan gas non-konvensional (MNK) di wilayah Riau. Penemuan tersebut mencapai satu miliar barel setara minyak (oil equivalent).

CEO PHE Awang Lazuardi menegaskan bahwa temuan migas non konvensional tersebut merupakan bagian dari hasil kerja keras perusahaan dalam mencari sumber cadangan baru untuk memperkuat ketahanan energi di masa depan.

"Alhamdulillah kita juga berhasil melakukan eksplorasi di minyak un-konvensional di wilayah Riau dengan temuan 2C sekitar satu billion oil equivalent," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Jakarta, dikutip Selasa (26/5/2026).

Perusahaan sendiri saat ini tengah mempercepat tahapan eksplorasi lanjutan guna memastikan nilai keekonomian dari temuan jumbo tersebut dapat segera dieksekusi.

"Tadi sudah kami sampaikan bahwa kita akan melanjutkan eksplorasi di minyak non konvensional. Kita insyaallah akan melakukan pemboran sekitar 2 sampai 3 sumur untuk di minyak non konvensional yang ada di wilayah Riau," ungkapnya.

Temuan tersebut diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang dalam mengimbangi laju penurunan produksi alami (natural decline) lapangan migas nasional yang kini rata-rata mencapai 24% per tahun.

"Ini akan menjadi napas kita ke depan, ini akan menjadi game changer kita apabila kita melakukan eksplorasi di sini dan memberikan hasil yang cukup signifikan," tandasnya.

Deteksi 11 miliar barel

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menjelaskan, perusahaan tengah berupaya membangun ekosistem pendukung agar potensi besar tersebut dapat segera diproduksi secara masif.

Dia menyebutkan pengembangan bisnis migas non-konvensional ini memerlukan kolaborasi lintas sektor serta dukungan kebijakan fiskal yang menarik dari pemerintah guna menarik minat investor.

"Jadi kabar baiknya adalah baru-baru ini kami memiliki 11 miliar barel minyak di tempat untuk non-konvensional," ucap Oki dalam acara The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, dikutip Kamis (21/5/2026).

Pertamina menilai perlu adanya kolaborasi dengan berbagai perusahaan jasa pertambangan dunia untuk mengadopsi teknologi yang sukses diterapkan di wilayah lain, seperti Permian Basin di Amerika Serikat. Langkah ini dipandang krusial untuk mempercepat proses ekstraksi minyak yang memiliki karakteristik teknis berbeda dengan minyak konvensional tersebut.

"Pekerjaan rumah kami saat ini pada dasarnya adalah bagaimana kami dapat memberikan advokasi kepada pemerintah kami untuk memiliki fiskal, kemudian kami mencoba mengundang begitu banyak mitra perusahaan jasa untuk menciptakan ekosistem," lanjut Oki.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |